ESQNews.id, JAKARTA – Kertas berupa lembaran-lembaran tipis
dihasilkan dengan kompresi serat yang saling menempel dan saling menjalin. Serat
yang digunakan biasanya berupa serat alam yang mengandung selulosa.
Penggunaan kertas bisa dibilang rutinitas bagi kaum manusia. Kertas menjadi benda yang merajalela dimana-mana. Menimbulkan sampah non-organik ini menjadi salah satu penyebab bencana alam seperti banjir.
Kurangnya proses daur ulang inilah yang menjadi bahan perbincangan setiap waktunya. PT Freeport Indonesia peduli akan masalah yang satu ini sehingga membuat dan menyebarkan pamflet untuk khalayak. Terkait alat, bahan, dan cara pembuatan kertas daur ulang.

Bahan:
Kertas bekas atau sampah kertas
Alat:
. Baskom: Untuk meletakkan atau merendam potongan-potongan kertas bekas
. Blender: Untuk menghancurkan potongan-potongan kertas
. Screen & Sponge: Untuk mencetak dan meratakan permukaan kertas 3R
. Triplex: Berfungsi sebagai alas sewaktu mencetak kertas 3R
. Bahan pewarna: Peralatan tambahan untuk memberi warna pada hasil 3R
Cara Pembuatan:
- Sampah kertas yang tidak digunakan kembali
seperti kertas buku, kertas print, kertas Koran, majalah, dll di gunting pada
ukuran yang sangat kecil.
- Hasil guntingan kertas tersebut direndam ke
dalam air dengan perbandingan 1:2 selama 1 malam, waktu perendaman disesuaikan
dengan bahan kertas yang digunakan.
- Kertas yang telah direndam kemudian diblender
sampai ukurannya sangat halus dan dimasukan ke dalam wadah sampai dengan volume
yang kita inginkan.
- Di screening dengan menggunakan alat screen,
ketebalan kertas dapat disesuaikan sesuai kebutuhan.
- Dicetak pada papan cetak dengan bantuan spon
untuk meresap air yang terdapat dalam screening.
- Hasil cetakan di jemur dibawah sinar matahari sampai kering.

<more>
Rubah Kertas, sebuah komunitas yang memiliki produk dengan bahan kertas daur ulang. Seperti kertas A5 deckle edge, wedding invitations, binding notebooks, kertas untuk calligraphy dan lainnya.





