Si ibu tentu saja kaget, ia merasa malu. Sekilas ia melihat pengumuman
tersebut, namun tidak memperhatikan isinya. Meskipun yang dilakukannya hanya
menyentuh secara pelan-pelan, namun ia merasa telah memberi contoh tidak baik
tentang pentingnya menaati aturan.
Dua kisah di atas, menunjukkan tentang anak-anak yang sudah
paham tentang apa itu aturan. Keyvan secara spontan dapat melihat sesuatu yang
menurutnya tidak sesuai dengan aturan makan.
Aisyah, anak perempuan itu, sudah menyadari bahwa segala sesuatu ada aturannya. Ia pun paham bahwa aturan dibuat agar kita aman berinteraksi dengan yang lain setiap hari.

Karena itu, mereka sudah merasa nyaman dengan aturan. Dalam
keseharian, kita kerap melihat bahwa orang dewasa tidak memberi contoh tentang
komitmen menjalankan aturan, bahkan dari hal-hal kecil.
Oleh karenanya, di Indonesia sering kali aturan seolah dibuat untuk dilanggar. Lihatlah, jika ada papan yang bertuliskan ”dilarang membuang sampah” di situ bisa dipastikan akan ada timbunan sampah.
Fenomena ini sangat ironis. Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, namun kesadaran menjalankan aturan sangat rendah.