ESQNews.id, JAKARTA - Keyvan belum genap berusia tiga tahun. Suatu hari diajak ibunya
berbelanja ke sebuah pusat perbelanjaan.
Mereka melewati sebuah restoran cepat saji yang memasang
poster di dindingnya secara mencolok. Melihat poster tersebut, Keyvan berkata
pada ibunya.
“Ummi, masa orang itu makan daging ayamnya banyak sekali, seember, tidak pakai nasi, makannya sambil jalan lagi. Terus, dia juga tertawa-tawa. Padahal tidak baik. Tidak lucu,” katanya.

Di halte busway, sebuah keluarga sedang menunggu bus Transjakarta.
Pintu kaca otomatisnya menempel di dinding dan tak berfungsi lagi. Pintu kaca
tersebut retak dengan ukuran kecil-kecil dan tersebar merata, sehingga tampak
seperti mozaik.
Si ibu begitu penasaran karena kaca tersebut tetap berdiri tegak. Ia pun kemudian menyentuh pelan-pelan permukaan kaca tersebut.
Tiba-tiba, anak perempuannya berteriak, ”Bunda, kok melanggar aturan! Lihat, di situ kan tertulis, ‘dilarang memegang kaca’. Bunda malah memegangnya,” kata si anak yang berusia delapan tahun itu.