ESQNews.id, JAKARTA - Sespim Lemdiklat Polri menggelar program pendidikan Sespimmen Polri Dikreg ke-63 T.A. 2023 dengan jumlah peserta didik sebanyak 249 Serdik, 22 TNI (3 matra), 3 dari manca negara (Singapura, Timor Leste, Kongo) sisanya Polri.
2 hari lamanya acara digelar pada tanggal 4-5 Mei 2023 di Gedung Oetaryo Suryawinata Sespim Lemdiklat Polri dengan tema pendidikan "Mewujudkan Pimpinan Tingkat Menengah Polri, Kementerian dan Lembaga yang Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan (Presisi) untuk Indonesia Maju."
Sespim mengamanahkan Pelatihan Kepemimpinan Transformasional (ESQ) ini karena ESQ adalah training yang berfokus kepada pembangunan karakter / perilaku manusia.
Kasespim berpesan bahwa anak didiknya ini harus memiliki bekal bukan hanya pintar namun mereka juga harus ada perubahan perilaku yang lebih baik setelah mengikuti pendidikan ini.
"Guna menghasilkan Perwira Polri yang memiliki kemampuan manajerial tingkat menengah dan memimpin staf dalam pelaksanaan tugas kepolisian yang Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan (Presisi) dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi serta didukung fisik yang samapta," katanya.
Acara dihadiri juga oleh Brigjen Pol. Nasri (Kasespimmen Sespim Lemdiklat Polri) serta Kombes Pol. Asep Taufik (Seslem Sespim Lemdiklat Polri) yang memberikan sambutan di awal dan akhir sesi.
<more>
Kemudian, dalam kesempatannya, Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group) menyampaikan tutur katanya kepada ratusan peserta training.
"Selamat kepada para peserta dengan total 249 serdik. Perlu diketahui, perubahan saat ini sangat cepat, era VUCA 4.0 tantangan dari polri menjadi ujian tersendiri yang harus dicari solusinya."
Menurutnya, sejak pendidikan, awal hingga menengah nanti peranan leadership yang tepat menjadi cara untuk menghadapinya yaitu pemimpin yang memiliki kompetensi, agility, tapi juga capacity.
"Maka training 2 hari ini tentu akan menjadi pembangun karakter, perilaku bagi setiap serdik yang ditujukan sesuai amanah Kasespim dalam keutamaan Sespim lembi Kapolri yaitu pertama, pendidikan moral (kejujuran, kebenaran, dan keadilan), yang kedua pengendalian diri. Ketiga yaitu peka, peduli, berbela rasa bagi kemanusiaan, keteraturan sosial dan peradaban," paparnya.
Dilanjutkan oleh Motivator Nasional itu, "Lalu yang keempat adalah pemimpin dan kepemimpinan yang profesional, cerdas, bermoral, dan modern. Terakhir, yakni icon, kebhinekaan, toleransi, anti narkoba, dan anti korupsi."
"Semoga pelatihan dua hari ini menjadi bekal dan inspirasi membangun bangsa ke depan."
Selebihnya para partisipan dipandu langsung oleh kader dari Ary Ginanjar yakni Coach Iman Herdimansyah, Anti (wakil direktur Training ESQ), serta para asisten trainer yaitu Yendra, Akbar, Ferdi.
Trainer ESQ memberikan modul yang berfokus kepada Leadership serta Komunikasi. Namun muatannya sesuai dengan arahan dari Kasespim yang 5 point di atas (disebutkan oleh Ary Ginanjar).
2 hari training berjalan dengan lancar menurut trainer serta asisten trainer ESQ. Karena para peserta memberikan respon yang positif terhadap pelatihan ini, seperti berikut ungkapannya:
"Saya merasa beruntung dan bangga bisa ikut pendidikan sebagai siswa Sespimmen di Sespim Lemdiklat Polri. Di sini saya banyak mendapat manfaat baik keilmuan maupun hubungan yang lebih baik antara junior dan senior serta rekan rekan lainnya."
Lebih lanjut, "Harapannya dengan sekolah ini saya bisa meniti karir yang lebih baik lagi dan juga untuk organisasi kepolisian yang nantinya saya pimpin harapannya di masyarakat nanti bisa melayani dengan mengikuti perkembangan jaman polisi di 4.0."
"Di tempat tugas saya berharap semua ilmu ilmu yang saya terima bisa saya terapkan dan bisa dinikmati oleh masyarakat dalam bentuk pelayanan, pengayoman dan juga keputusan sebagai seorang pemimpin yang baik dan bersifat presisi."
"Saya pernah ditunjuk sebagai instruktur traffic engineering (ahli teknik lalu lintas). Pertamanya saya bingung karena merasa belum berpengalaman. Tapi dengan materi yang saya bawakan dengan ikhlas dan santai dapat diterima baik oleh para peserta dan itu 300 perwira dibagi 6 gelombang."
Himawan menambahkan, "Dan akhirnya saya merasa bahagia karena bisa memberikan ilmu. Dan dampaknya yaitu saya bisa menyampaikan ilmu ilmu dengan baik, dan bermanfaat. Maknanya apa? Niatkan semuanya untuk ibadah sehingga ilmu atau materi yang saya sampaikan bisa menambah pahala dan jariyah untuk saya."