Sabtu, H / 17 April 2021

Mengapa Masa Kecil Anak Harus Bahagia?

Kamis 02 Jan 2020 11:14 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Michael Jackson saat kecil bersama sang ayah

Foto: tumblr.com

ESQNews.id, JAKARTA - Tiada Hari Tanpa Kegembiraan (Niente Senza Gioia) demikian-lah moto sebuah sekolah usia dini Reggio Emilia, Italia, yang kini metodenya banyak diadopsi ke berbagai benua. Semua bagian di sekolah ini sangat menjaga agar anak merasakan ke-bahagiaan dan senang bersekolah sejak hari pertama. Pendiri sekolah ini, Loris Malaguzzi, mengatakan, "Saya percaya bahwa anak-anak mengharapkan dari orang dewasa kemampuan untuk menciptakan kegembiraan.” Mengapa masa kecil anak harus bahagia?


Inilah cerminan dari ke-hidupan artis Michael Jackson yang kematiannya ditangisi jutaan penggemarnya. Jika ia bercermin, lalu ia masih melihat sisa bayangan sang ayah di wajahnya, maka seketika itu pula ia pergi ke rumah sakit untuk melakukan operasi di berbagai sudut wajahnya. Ia benar-benar ingin menghilangkan jejak sang ayah dari kehidupannya.


Dalam surat wasiatnya, ia sama sekali tidak mencantumkan nama Joseph Jackson sebagai penerima warisan. Ironisnya, Bubbles, simpanse kesayangannya, justru mendapatkan sebagian warisannya untuk memastikan hidup sang simpanse terjamin setelah kepergiannya.


Sang pakar Parenting Ida S. Widayanti dalam bukunya yang berjudul "Mendidik Karakter dengan Karakter", menyatakan bahwa kebahagiaan masa kecil tampaknya sepele, namun sungguh sangat penting. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dikenal sebagai sosok yang sangat mengutamakan kebahagiaan anak-anak.


<more>


Tindakannya memperlama sujud untuk memberi ke-sempatan cucu-cucunya bermain di atas punggungnya, adalah contoh kecil bagaimana membuat anak-anak senang, bahkan saat melakukan ibadah.


“Melalui kegembiraan, anak-anak membangun masa depan-nya. Sebaliknya, tanpa hal itu, seseorang menjadi limbung dan jatuh. Sudahkah kita mengisi hari-hari bagi putra-putri kita dengan kegembiraan?”


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA