ESQNews.id, JAKARTA - dr.
H. Kunkun K. Wiramihardja, Dipl. Nutr., MS., SpGK (dokter spesialis nutrisi dan
gizi) membuat sebuah E-Book yang berjudul “Makanan dan Minuman Saat Sahur dan
Berbuka Puasa di Bulan Ramadan.”
Di dalam karyanya tersebut banyak sekali ilmu penggabungan
antara segi duniawi (penelitian atau ilmiah) dengan akhirat (Al-Quran dan
Hadist). Sebagai contoh perihal penurunan Berat Badan (BB), Ngabuburit, dan
Lebaran.
Penurunan BB hanya mudah terjadi di minggu pertama puasa
yaitu sebesar 1,5 kg. Pada minggu ke-2 BB turun paling banyak 1 kg dan pada
minggu ke-3 paling banyak turun ½ kg, sedangkan pada minggu ke-4 berat badan
jarang bisa di turunkan lagi.
Kondisi ini karena basal metabolisme secara bertahap menurun dari minggu ke minggu, sehingga kebutuhan energi pun menurun. Penurunan metabolisme ini terjadi karena tubuh beradaptasi dengan berkurangnya asupan makanan.

<more>
Pada minggu ke-5 metabolisme masih rendah seperti pada
minggu ke-4, sementara di minggu ke-5 ada lebaran dimana makanan melimpah,
frekuensi asupan menjadi lebih sering dengan bertambahnya frekuensi bertamu
atau menerima tamu sehingga asupan energi dari makanan akan bertambah.
Akibatnya, berat badan akan cepat naik dan bisa naik sampai
3 kg dalam waktu 5 hari pasca lebaran, mencapai berat badan sebelum shaum.
Untuk mencegah berat badan cepat naik lagi setelah lebaran, maka cara satu-satunya mencegah cepat naiknya BB adalah dengan menyegerakan shaum syawal yang harus dilaksanakan pada hari ke 2 pasca lebaran, minimum 3 hari dulu berturut-turut. Dan untuk menyelesaikan sisa shaum syawal selama 6 hari bisa dicicil.

Dengan jalan-jalan santai ketika ngabuburit atau dengan melakukan kegiatan fisik lainnya yang bersifat “aerobic low impact”, akan terjadi pembakaran lemak (trigliserida) menjadi gliserol dan asam lemak.
Gliserol adalah bahan baku untuk pembuatan glukosa. Terjadilah kenaikan kadar glukosa darah yang menyegarkan tubuh, apalagi bila diikuti dengan mandi.

Pendaftran hub : Eggy ESQ (+6281319991165)