ESQNews.id, JAKARTA - Membaca Al-Qur'an dengan tartil berarti membaca dengan perlahan, jelas, dan teratur, sambil memperhatikan hukum-hukum tajwid dan makhraj huruf. Ini dilakukan untuk memastikan bacaan yang benar, fasih, dan berkesan di hati.
Allah SWT berfirman: “Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzammil: 4);
Penjelasan:
Berikut adalah langkah-langkah untuk membaca Al-Qur'an dengan tartil:
1. Membaca dengan Perlahan dan Tenang: Jangan terburu-buru dan pastikan setiap huruf dibaca dengan jelas dan tepat.
2. Memperhatikan Makhraj Huruf: Setiap huruf memiliki tempat keluarnya yang tepat (makhraj). Pastikan huruf dibaca dari makhraj yang benar.
Membaca Al-Qur'an dengan tartil juga bisa dilakukan dengan mempelajari tahsin, yaitu memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur'an sesuai makhraj huruf, sifat huruf, maupun keindahan bacaan.
Makhraj sendiri merupakan tempat keluarnya huruf hijaiyah. Berdasarkan wilayah, makhraj huruf terbagi menjadi lima tempat, yaitu bibir, lidah, tenggorokan, rongga tenggorokan dan mulut, serta rongga hidung.
Umat Muslim hendaknya memahami makhraj apa yang mewakili setiap huruf hijaiyah, sehingga bacaannya lebih jelas dan tepat.
3. Mengamalkan Ilmu Tajwid: Belajar dan mengaplikasikan ilmu tajwid untuk memastikan bacaan Al-Qur'an sesuai dengan kaidah dan hukumnya.
Tajwid adalah membaguskan bacaan huruf-huruf atau kalimat-kalimat Al-Qur'an satu per satu dengan terang, teratur, perlahan, dan tidak terburu-buru sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.
Pengucapan huruf hijaiyah yang fasih dan benar dalam metode tartil hanya bisa dicapai jika seorang Muslim mengerti teori dasar ilmu tajwid tersebut. Dengan begitu, ia paham kapan harus mendengungkan, menebalkan, serta memanjangkan dan memendekkan bacaan.
Setelah memahaminya, umat Muslim harus berusaha menerapkannya setiap membaca Al-Qur'an. Selain agar bacaannya lebih tepat, kebiasaan ini juga bisa memudahkan seseorang terbiasa membaca Al-Qur'an dengan tartil.
4. Merenungkan Makna Ayat: Saat membaca, cobalah untuk meresapi makna ayat yang dibaca agar lebih berkesan di hati. Membaca Al-Qur'an bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban, tetapi juga memahami apa yang disampaikan Allah kepada umat-Nya.
Oleh sebab itu, umat Muslim dianjurkan membaca Al-Qur'an dengan penuh penghayatan agar memperoleh hikmah dari ayat yang dibacanya.
Dengan menghayati ayat demi ayat, isi kandungan Al-Qur'an pun semakin mudah dipahami dan diresapi ke dalam hati. Dengan begitu, umat Muslim cenderung membacanya dengan perlahan alias tartil.
<more>
5. Membaca dengan Suara Sedang: Jangan terlalu keras atau terlalu pelan, tetapi dengan suara yang jelas dan enak didengar.
6. Melaksanakan Sunnah Sujud Tilawah: Jika menemukan ayat-ayat sajadah, lakukan sujud tilawah sebagai bentuk penghormatan kepada Allah.
7. Memperindah Suara: Usahakan untuk memperindah suara saat membaca Al-Qur'an, sebagaimana disunnahkan oleh Rasulullah SAW.
Memperjelas dan memperindah suara ketika membaca Al-Qur'an termasuk dalam adab membaca Al-Qur'an. Rasulullah mendorong umatnya untuk membaca Al-Qur'an sebagus dan semerdu mungkin. Beliau bersabda:
“Tidak termasuk golongan kami orang-orang yang tidak memperindah suaranya ketika membaca Al-Qur'an.” (HR. Bukhari)
8. Berusaha Mengerti Makna Ayat: Usahakan untuk memahami makna ayat yang dibaca agar bisa meresapi maknanya dan berupaya untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
ONE DAY ONE HADITS
Oleh: Ridwan S.





