Sabtu, H / 17 April 2021

Ammar Zoni Mengaku Dahulu Seorang Islam KTP

Selasa 26 Nov 2019 14:01 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ammar Zoni menangis haru dipelukan Ary Ginanjar saat sesi hari ketiga training 3.0 Coaching Certificate Camp

Foto: Instagram @ary.ginanjar

ESQNews.id, JAKARTA – “Ada dua tahapan yang sudah Ammar lakukan. Yang pertama Ammar sudah move on yah kemarin di training New Chapter. Sekarang sudah mampu berkontribusi. Kontribusi kepada lingkungan, dari permasalahan sosial dan orang-orang yang mengalami ujian,” papar Ary Ginanjar saat membuka percakapan dengan Ammar Zoni.


Coach laki-laki pertama dari kalangan artis ini merasakan impact yang sangat luar biasa setelah ikuti training ESQ. Tersadar tentang hidupnya yang akan dibawa kemana, akan berbuat apa saja, siapa dirinya dan lain-lain.


“Di mulai dari New Chapter kemarin itu membuka hati saya. Saya tuh tipe orang yang gak setengah-setengah atau all in, dan disaat saya sudah yakin dengan ESQ ini Insya Allah benar dan Insya Allah membawa saya itu lebih baik di kehidupan selanjutnya,” tutur Ammar dengan penuh kesungguhan hati.


<more>


Suami Ibel ini mempunyai tekad dan niat yang baik, bahwa ia akan sungguh-sungguh mempelajari dan mengamalkan ilmu apapun yang diberikan oleh sang Master Trainer ESQ itu. Salah satunya dengan gelar yang ia punya saat ini “Coach AA (Ammar Akbar)”.


Selain menjadi coach yang profesional, banyak sekali target atau rencana yang akan dibuat olehnya. Karena ia sudah banyak memahami ilmu yang Ary Ginanjar berikan, termasuk dengan Inner Drivenya.


“Setelah mengetahui inner drive yang saya miliki, yang paling terasa ketika bagaimana saya mengerti. Mengerti apa sih Islam? Selama ini kan saya termasuk Islam KTP, agama yang saya anut itu karena dari ibu bapak saya. Beruntungnya ibu bapak saya Islam. Ketika ibu saya Nasrani atau bapak saya Nasrani saya gak ngerti,” ungkap pria kelahiran Depok sembari menundukkan kepalanya.




ESQ-lah yang membuatnya tersadar dan mengerti akan Islam bahwa Islam tak sekedar agama. Tapi Islam ini “The Way of Life” atau jalan kehidupan agar selamat di dunia maupun akhirat.


“Jadi Alhamdulillah saat saya sudah ada di ESQ, saya menjadi takut untuk meninggalkan shalat. Itu yang membuat saya tuh bener-bener kayak luar biasa sekali pengaruh ESQ ini ke dalam hidup saya. Sebelumnya saya sudah coba ke kajian-kajian atau musyawarah lainnya. Tapi belum mendapatkan meaning dan purpose saya belum jelas,” tutupnya.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA