ESQNews.id, SURABAYA - Pentingnya budaya kerja untuk kemajuan organisasi perlu dipahami oleh setiap lapis jabatan. Hal ini dilakukan oleh RSUD Dr. Soetomo untuk mendalami potret budaya kerja dengan menggandeng ACT Consulting International melaksanakan Leaders Alignment Session pada hari Kamis, 8 Juni 2023.
Training yang diselenggarakan di Ruang Loka Widya Husada, RSUD Dr. Soetomo itu dipenuhi oleh 27 peserta direksi dan kepala bagian.
Mereka dipandu oleh trainer ESQ langsung yakni Ir. Rinaldi Agusyana, MBA yang menjabat pula sebagai Board of Expert ACT Consulting International.

Dalam kesempatannya, Founder ACT Consulting International yakni Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian memberikan opening speech sebelum kegiatan dimulai.
“Ketika gempa di Tokyo pada tahun 1993, hampir seluruh gedung roboh dan satu-satunya bangunan yang masih berdiri tegak sampai saat ini yaitu Imperial Palace Hotel.
Setelah diperiksa, hotel tersebut ternyata memiliki fondasi yang kokoh. Begitu pula dalam membangun SDM di RSUD Dr. Soetomo, yang sangat penting adalah fondasi.”
<more>
Ary menjelaskan yang dimaksud dari fondasi adalah karakter. Dan dalam organisasi, karakter disebut corporate culture. Ini amat berharga dan tidak cukup berdiam saja.
Maka penting untuk menerapkan ETIPROVI pada semua tenaga kesehatan di RSUD Dr. Soetomo untuk mewujudkan visi besar RSUD Dr. Soetomo yakni menjadi rumah sakit tersier yang terpercaya, bermutu tinggi, dan mandiri.
“Selanjutnya Coach Rinaldi yang akan memberikan pemahaman detail mengenai cara mengaktivasi ETIPROVI ke semua instansi kesehatan di RSUD Dr. Soetomo.”

Sebelumnya, RSUD Dr. Soetomo telah melakukan pengukuran indeks kesehatan budaya organisasi dan mendapat potret kondisi budaya kerja dan memulai aktivasi budaya kerja dari para top leader yang akan membuat grand design, roadmap implementasi budaya organisasi.
Hal ini disampaikan pula oleh Direktur RSUD Dr. Soetomo, yaitu Dr. dr. Joni Wahyuhadi Sp. BS(K), MARS dalam sambutan pembukaan.
“Hal penting yang perlu diperhatikan adalah apa tujuan yang perlu dicapai dan apa saja tantangan yang akan dihadapi nanti kedepannya.
Untuk pembentukan knowledge dan behaviour tidak hanya didapatkan dari pembelajaran tatap muka, tapi juga praktik di lapangan.”

Joni Wahyudi juga menjabarkan bahwa dua tantangan besar yang sedang dihadapi oleh RSUD Dr. Soetomo adalah Covid-19 dan BPJS yang pembayarannya prospektif.
Selebihnya ada pada sistem pembiayaan prospektif, tuntutan mutu dan keselamatan pasien pria, investasi asing, paradigma “kontraktual”/ bisnis dalam pelayanan, rumah sakit pendidikan, dan berisiknya kompetitor yang dihadapi.
Namun melihat dari tantangan yang sudah disebutkan oleh Joni, direktur RSUD Dr. Soetomo itu juga mengatakan bahwa tantangan dapat diubah menjadi peluang yang diperlukan SDM/leader yang handal, sehingga ada 4 karakter yang harus dimiliki semua pemimpin dalam era ketidakpastian.
“Kita harus punya visi, harus dapat menerima kondisi riil/courage (harus berani berkaca atau introspeksi), harus dapat menyamakan visi bersama, dan action oriented.”

Visi yang dimaksud untuk disamakan kepada seluruh jajaran adalah menjadikan RSUD Dr. Soetomo rumah sakit tersier yang terpercaya, aman, bermutu tinggi, dan mandiri.
Maka ketika seluruh pimpinan dan anggota yang dipimpin mengenal visi, misi yang dilaksanakan akan berjalan bersamaan. Diantaranya adalah menyelenggarakan pelayanan dan jejaring pelayanan sebagai rumah sakit rujukan tersier yang aman, bermutu tinggi, dan terjangkau.
RSUD Dr. Soetomo juga menyelenggarakan pendidikan dan penelitian tenaga kerja kesehatan yang berintegritas tinggi, profesional, inovatif, dan melakukan jejaring pendidikan penelitian yang terintegrasi (Academic Medical Center), pusat pengembangan bidang kesehatan yang bermutu tinggi, serta mewujudkan SDM yang handal.

Dalam upaya mewujudkan SDM yang handal, RSUD Dr. Soetomo menghadirkan training Leader Alignment Session dengan modul/konten pelatihan yang mudah dipahami dan dapat diaplikasikan dalam pekerjaan untuk peningkatan kualitas kinerja serta mencapai kesuksesan.
Rinaldi sebagai fasilitator pada kegiatan pelatihan untuk leader tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya budaya kerja untuk kemajuan organisasi hingga pentingnya peta jalan budaya kerja yang sejalan dengan tujuan RSUD Dr. Soetomo. Dilanjutkan dengan diskusi kelompok mengenai tema budaya kerja 2023 - 2025.

Peserta dibagi dalam tiga kelompok untuk berdiskusi mengenai budaya kerja, bagaimana melaksanakan budaya tersebut, dan menentukan key success factors-nya.
Dengan program pelatihan yang dilaksanakan bersama ACT Consulting International, para peserta merasakan bahwa training ini sangat bermanfaat dan menyadarkan pentingnya value organisasi, serta roadmap organisasi RSUD Dr. Soetomo dalam membangun karakter.






