ESQNews.id, JAKARTA – Tulisan
“Workshop part 1, panduan perilaku Telkomsel Digilife Action” terpampang jelas menjadi
background peserta yang berwarna orange saat webinar berlangsung pada Rabu
(14/4/2021).
Coach Arief Rahman
(trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) memandu puluhan
partisipan yang hadir dalam forum zoom meeting.
“Seperti yang kita tahu, sekarang kita berada di dalam Era VUCA. Sebuah jaman yang tidak ada kepastian, serba kompleks, berubah tak menentu,” kata Arief dengan senyumnya yang khas.

VUCA kepanjangan dari
Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity.
“Maka dari itu di sini
kita akan sama-sama sharing cara menghadapinya. Contoh dengan action culture. Nah,
kira-kira apa pendapat bapak dan ibu dengan materi kali ini?” tanya sang trainer.
Insan Telkomsel dengan
sangat aktif dan interaktif memberikan tanda atau emot “raise hand” untuk
memberikan pendapatnya.
Kristina, “Action
culture ini benar-benar harus dilakukan dengan nyata mulai dari top leader,
yang nantinya akan menjadi contoh bagi tim yang lain.”
Andy Setyawan, “Menurut saya di era VUCA ini, kita lebih mengaktifkan otak kanan. Karena otak kiri itu identik dengan kecerdasan, teknologi. Sedangkan otak kanan berhubungan dengan emosional, culture, kreativitas, dan lainnya.”
Agus, “Apa yang kita dapatkan itu bukan semata-mata karna kita miliki, yang kita dapatkan adalah faktor keberkahan, kita harus bersyukur jadinya.”






