Pelatihan berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 13 - 14 Mei 2024 bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati. Tujuan event ini yakni untuk mengakselarasi implementasi Core Values BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Kabupaten Maros.
Turut hadir Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam didampingi Sekretaris Daerah Andi Davied Syamsuddin serta Kepala BKPSDM Andi Sri Wahyuni. Sedangkan dari tim ACT Consulting International hadir Coach Iman G. Herdimansyah dan Coach Novrianto (trainer lisensi dari Ary Ginanjar Agustian).
Pelatihan ini juga mengundang 100 Pejabat struktural lingkup Pemkab Maros terdiri dari Eselon II dan Eselon III.
Dalam kesempatannya, Bupati Maros menuturkan bahwa membangun budaya kerja ASN memang butuh usaha berkelanjutan yang harus terus dilakukan agar menjadi fondasi yang kuat dalam diri setiap ASN. Kegiatan hari ini menjadi stimulus kinerja ASN menjadi lebih baik.
”Dengan kegiatan ini bisa menjadikan kita sadar bahwa tugas sebagai ASN mampu bekerja dengan sepenuh hati yang ikhlas untuk masyarakat, karena yang menggaji kita adalah masyarakat, jadi budaya melayani masyarakat menjadi keharusan dan kewajiban bagi kita abdi negara,” jelas Chaidir Syam.
Perhelatan ini merupakan langkah konkrit dan komitmen bersama, sesuai dengan landasan UU No. 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara yang memiliki Core Values BerAKHLAK.
“KemenPANRB telah mengamanahkan ACT Consulting International sebagai konsultan SDM di bawah naungan lembaga pelatihan Emotional Spiritual Qoutient (ESQ). Dimana pelatihan ini merupakan bagian terpenting dalam pembentukan sikap dan mental serta meningkatkan jiwa kepemimpinan bagi para pejabat,” tutur Bupati.
Ia juga meminta Core Values BerAKHLAK jangan hanya disosialisasikan tetapi juga harus diinternalisasikan.
“Sosialisasi itu hanya sampai level pengetahuan atau knowledge. Sementara internalisasi menempatkan BerAKHLAK sebagai nilai dan keyakinan di hati ASN,” terang mantan Ketua DPRD Maros itu, seraya menambahkan, untuk melakukan transformasi budaya kerja, ASN harus dibekali dengan tiga bahan, yakni pengetahuan, pola pikir dan perilaku.
Senada yang disampaikan oleh Iman G. Herdimansyah selaku Trainer seusai menyapa peserta pelatihan, ia menyampaikan sambutan hangat dan positif dari Bupati Maros karena telah memiliki niat baik untuk menerima kegiatan hari ini.
Menurutnya, menanamkan Core Values ASN BerAKHLAK pada ASN Kabupaten Maros agar meningkatkan kinerjanya sehingga ke depannya memberikan dampak yang baik bagi masyarakat.
“Jika menilik review tentang tingkatan Socio-Emosional dari level 1 sampai 5, yaitu ada Dependent, Ego-Independent, Socio-Dependent, Intra-Independent, dan Inter-Dependent (Common Good),” ungkapnya.
Pada level 1 sampai 3 itu masih tentang individual (ego diri sendiri). Sedangkan di level 4 dan 5, bukan tentang kepentingan sendiri lagi. Namun, kita sudah ke tahap memberikan kontribusi untuk khalayak.
Sementara itu, Core Values ASN BerAKHLAK dapat tumbuh di level 4 dan 5.
“Ini bukan sebagai program kegiatan melainkan langkah berkelanjutan dengan memegang teguh misi kehidupan bekerja karena ibadah kepada pencipta Langit dan Bumi sehingga langkah selanjutnya berharap pelatihan ini juga bisa diterapkan kepada ASN mulai dari golongan IV, III dan Golongan II di instansi masing-masing,” papar Iman.
Iman jelaskan, "Apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, apa yang kita lakukan, dan apa yang kita rasakan selama ini akan masuk dan tertanam dalam alam bawah sadar kita, dan akan membentuk prasangka kita, prinsip hidup akan membentuk pengalaman kita, akan memunculkan kepentingan kita, akan membentuk sudut pandang kita, perbandingan dalam hidup kita, dan akan menjadi literasi kita. Dan inilah yang menutupi hati kita untuk mengeluarkan Core Values BerAKHLAK.
Maka kami punya teknik yang namanya ZMP atau Zero Mind Process. ZMP merupakan proses membersihkan hati atau Teknik membersihkan hati dengan melepaskan belenggu-belenggu yang ada di dalam hati sehingga tidak ada lagi belenggu yang menutupi hati untuk mengeluarkan nurani yang pada ASN disebut BerAKHLAK."
Saat ditemui, Kadis Kominfo, Prayitno merasa pelatihan hari ini menyegarkan kembali jiwa dan membantu membentuk ASN yang profesional, memiliki kecerdasan Intelektual, Emosional dan Spiritual. Outputnya nanti menjadi Change Leader mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
”Pelatihan ini bukan hanya untuk leaders, melainkan mengajarkan agar bisa mengatur emosi dan spiritual di dalam diri. Semoga kita semua bisa menyelaraskan nilai-nilai pribadi dan nilai-nilai ASN BerAKHLAK.”
Sementara itu menurut kepala Dinas Kesehatan, Muhammad Yunus memaparkan bahwa Kesehatan emosional, spiritual, dan intelektual merupakan tiga pilar penting dalam kehidupan manusia. Ketiganya saling berkaitan dan memengaruhi satu sama lain.
“Kecerdasan harus seimbang antara spiritual, emosional dan intelektual selama ini kebanyakan dari kita hanya bekerja secara intelektual, namun emosional dan spiritualnya belum kena. Dalam dunia kesehatan ada namanya kesehatan jiwa terkait dengan kesehatan hati dan fikiran,” jelasnya.
Kesehatan Intelektual mengacu pada kemampuan seseorang untuk berpikir kritis, belajar, dan memecahkan masalah. Sementara Kesehatan Spiritual mengacu pada kemampuan seseorang untuk menemukan makna dan tujuan hidup. Begitupun dengan kesehatan Emosional sendiri mengacu pada kemampuan seseorang untuk mengelola emosi dengan baik.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena membuat kita lebih memahami Core Values ASN BerAKHLAK, karena selama ini banyak yang kurang mendalami dan memahami tentang Core Values ASN BerAKHLAK, hanya sering menggaungkan namanya saja, tapi nilai-nilainya masih belum maksimal diimplementasikan,” tutupnya.




