ESQNews.id, JAKARTA - Banyak permasalahan dan kegagalan
kehidupan pribadi, organisasi maupun perusahaan diakibatkan komunikasi yang
tidak tepat. Seringkali rencana tidak dapat berjalan dengan baik, hubungan
personal, keluarga dan kelompok menjadi bermasalah, proses bisnis, kepemimpinan
serta pelayanan tidak maksimal dikarenakan kegagalan komunikasi.
Menyadari hal tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia (FKUI) untuk menyelenggarakan Training Effective Communication &
Service Excellence Batch 2 pada 20-21 September 2022, Pukulo 08.00 s.d 17.30
wib di Gedung IMERI, FKUI, Salemba, Jakpus.
Dalam kesempatannya, dr. Anis Karuniawati (Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan
Administrasi Umum) membuka serta memberikan sambutannya dihadapan 100 orang
Tendik (Tenaga Kependidikan).
“Melayani bukan dilayani, melayani totalitas yang terbaik, melayani dari hati. Untuk itu ikuti training ini dengan baik, karna insyaAllah akan dilaksanakan 4 batch. Setiap batchnya ada 100 peserta,” katanya.
Sesuai tema yang diusung kali ini yaitu tentang “Service
from HEART” yang bertujuan untuk mengetahui cara melayani mahasiswa kedoktwran
UI / masyarakat umum dengan standar pelayanan terbaik yang didasari keinginan
untuk menolong, "melayani bukan dilayani" , melayani dari hati.
FKUI bekerjasama dengan ESQ Communication dan ACT Consulting, training selama 2 hari ini dipandu oleh Coach Rendy Yusran dan Assistant Coach Tiko. Mereka memaparkan materi terkait bagaimana cara untuk menyadari makna dan tujuan mulia sebagai tenaga kependidikan dalam melayani, memahami sikap dan penampilan yang tepat, menerapkan komunikasi yang efektif.
Coach Rendy mengatakan, “Setiap hari kita bekerja, jangan
sampai apa yang kita kerjakan semakin hari semakin biasa.Kita asah kapak
kompetensi kita, agar spiritnya bertambah, keterampilan bertambah, hasilnya
maksimal, kembali produktif.”
Director School of Communication ESQ itu pun membahas bahwa 70% dari kerusakan sebuah hubungan disebabkan komunikasi yang tidak tepat. Betapa dahsyatnya komunikasi yang dianggap sederhana tapi mempengaruhi segalanya. Jadi, inilah pentingnya mempelajari komunikasi yang efektif untuk terhindar dari yang 70%.
“Bicara komunikasi bukan seberapa keren bahasa dan seberapa intelektualnya, tapi seberapa orang paham dengan apa yang kita bicarakan,” papar Coach Rendy.
Makna dan tujuan komunikasi adalah efek yang dihasilkan. Bila komunikasi tidak efektif dampaknya bagi organisasi apa yang disampaikan tidak dilaksanakan sesuai keinginan. Kehilangan dari sisi financial, waktu, energi, kerjasama kurang, saling curiga, menyalahkan satu sama lain. Nah, apabila komunikasi ini efektif hal ini tidak akan terjadi.
“Harapannya adalah mendapat manfaat dari pekerjaan kita, dari
lisan, tulisan, semoga Tuhan membalas dengan berlipat ganda, aamiin,” harap
Rendy.
Selain paparan materi, para peserta disuguhi dengan berbagai aktivitas yang interaktif, fun, penuh canda tawa namun tetap kondusif seperti yel yel, games, diskusi, sharing, dan lainnya.
Para audience antusias menyimak materi yang disampaikan dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Beberapa peserta mengungkapkan isi hatinya melalui sebuah tayangan video paska pelatihan.
Sofyan (Coordinator SDM FK UI), “Sebelumnya saya sudah beberapa
kali mengikuti training ESQ, dan sengaja ingin membawa pelatihan ini di lingkup
FKAUI untuk bersama sama bisa belajar, memahami konsep dan tujuan kita dalam
bekerja.”
Menurutnya, ESQ itu menjelaskan bahwa Grand Why yang tertinggi adalah niat suci kita untuk mendapatkan ridha Allah, beribadah dan niat suci kita untuk membant serta menolong orang tersebut.

“Yang utama yang harus kita lakukan untuk diri pribadi
adalah agar selalu memberikan pelayanan atau mengamalkan ini bagian dari ibadah,”
lanjutnya.
Menurut kajian yang dilakukan terhadap 270 CFO di Canada
mengungkapkan bahwa kesalahan terbesar organisasi dalam mengatur sumber daya
manusianya adalah “Lack of Communication”. Communication
breakdown atau lemahnya komunikasi ini dapat menimbulkan iklim yang kontra
produktif seperti saling menyalahkan, persepsi, yang akan mengakibatkan
pekerjaan berulang dan proses menjadi lamban. Ini dapat mengakibatkan kerugian
secara langsung ataupun tidak langsung bagi individu maupun organisasi, dan
mengakibatkan pemborosan biaya dan waktu.
Oleh karena itu, sebagai seorang personal, profesional, pemimpin dan pebisnis, perlu sekali kita memiliki kemampuan komunikasi orang per orang (one on one communication) dan juga kemampuan komunikasi dihadapan banyak orang (public speaking) sehingga proses komunikasi berjalan efektif, dapat mempengaruhi dan memimpin orang lain, untuk bergerak bersama-sama mencapai suatu tujuan.





