ESQNews.id, MAJALENGKA — Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Majalengka dalam beberapa pekan terakhir menuntut kewaspadaan ekstra bagi para wisatawan.
Peringatan ini menjadi sangat relevan mengingat mayoritas destinasi wisata unggulan di daerah ini terletak di kawasan dataran tinggi dengan karakteristik medan jalan yang cukup menantang.
Secara geografis, pusat pariwisata Majalengka seperti di wilayah Kecamatan Argapura, Sindangwangi, dan Rajagaluh berada di area kaki Gunung Ciremai.
Kontur wilayah ini didominasi oleh perbukitan terjal dengan akses infrastruktur jalan yang cenderung sempit, menanjak curam, serta memiliki banyak tikungan tajam.
Topografi semacam ini menuntut kondisi kendaraan yang prima dan konsentrasi pengemudi yang tinggi.
Risiko melintasi jalur wisata ini meningkat signifikan saat hujan turun.
Guyuran air hujan membuat permukaan aspal di jalur perbukitan menjadi lebih licin dari biasanya, yang berpotensi mengurangi daya cengkeram ban kendaraan.
Selain itu, ancaman material tanah atau kerikil yang terbawa air dari tebing sisi jalan juga kerap terjadi, menambah tingkat kerawanan bagi pengendara roda dua maupun roda empat.
Faktor lain yang perlu diwaspadai adalah turunnya kabut tebal. Di kawasan dengan elevasi tinggi seperti jalur Panyaweuyan atau rute menuju Cikaracak, hujan seringkali disertai kabut yang membatasi jarak pandang pengemudi secara drastis.
Kondisi ini biasanya terjadi pada sore hari menjelang malam, membuat navigasi di jalan berkelok menjadi lebih sulit dan berbahaya.
Mengingat kondisi medan dan cuaca tersebut, wisatawan yang hendak berlibur ke Majalengka sangat disarankan untuk memastikan kelayakan kendaraan, terutama fungsi sistem pengereman dan kondisi ban.
Pengunjung juga diimbau untuk menghindari perjalanan pulang-pergi saat hujan lebat atau kondisi gelap guna meminimalisir risiko kecelakaan di jalur wisata. [infomjlk]





