ESQNews.id, JAKARTA – Umumnya, para lelaki mencari pasangan
hidup yang kemudian melamarnya dengan penuh keyakinan. Bisa dibilang masih
minoritas, bagi kaum hawa untuk melamar duluan. Mungkin, banyak pertimbangan
yang perlu dipikirkan, contoh (jika ditolak gimana? Nanti malu, trauma, dan
lain-lain).
Simak dulu paparan dari Asy-Syaikh Bin Baz rahimahullah
mengatakan:
"Dan demikian, jika ada seorang wanita yg menyukai pria sholeh, dan berkata "yaa fulan, aku mencintaimu karena Allah, dan aku tidak keberatan jika kau melamarku pada ayahku", maka hal ini tidaklah mengapa."

Sama halnya dengan Siti Khadijah, istri Rasulullah SAW yang
melamar Nabi lebih dulu. Saat itu, Siti Khadijah dan Nabi Muhammad bertemu
dalam urusan perniagaan. Di situlah, Khadijah sangat terkesan.
Ia merasa, semua perilaku akhlak Muhammad SAW tidak hanya
hebat sebagai seorang mitra dagang, tetapi bahkan sebagai pribadi manusia.
Alhasil, Khadijah kian merasa tertarik kepada beliau.
Setelah tiba saatnya, Khadijah pun melamar Muhammad SAW. Perempuan itu mengutus seorang sahabatnya, Nafisah binti Ummayyah, yang juga masih berkerabat dengan Muhammad SAW.
Muhammad SAW pun menerima tawaran Nafisah untuk menikahi Khadijah.