Senin, H / 02 Februari 2026

Upaya Tingkatkan Mutu Pelayanan RS Daerah dengan Ketahui TalentDNA Para Personil ARSADA

Kamis 24 Aug 2023 21:45 WIB

Reporter :NM

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Melihat bagaimana tantangan di dunia kesehatan saat ini, ARSADA (Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia) menginisiasi musyawarah nasional ke - IX ARSADA tahun 2023 beserta seminar nasional dengan tajuk “Pengaruh Undang Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan pada Mutu Layanan Rumah Sakit Daerah”.


Seminar nasional dilaksanakan bersamaan dengan beberapa booth kesehatan yang meramaikan acara di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat pada hari Rabu, 23 Agustus 2023.


ARSADA diketahui telah memperjuangkan kemandirian Rumah Sakit Daerah melalui perubahan peraturan pemerintah dari PP nomor 18/206 menjadi PP nomor 72/2019.


Sedikit info, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) ARSADA tahun 2019 - 2023 adalah dr. R. Heru Ariyadi, MPH dan pada MUNAS IX ARSADA Tahun 2023 ini terpilih dr Zainoel Arifin, M.Kes sebagai Ketua PP ARSADA 2023 - 2027.


Dalam seminar motivasi atas Pengaruh Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan pada Mutu Layanan Rumah Sakit, ARSADA mengundang Ary Ginanjar Agustian founder ACT Consulting International yang bergerak dalam bidang budaya perusahaan.


Merujuk pada core values BerAKHLAK yang telah dicanangkan oleh Presiden RI tiga tahun lalu tepat pada tanggal 27 Juli 2021, ARSADA ingin menggerakkan seluruh Rumah Sakit Daerah untuk mengikuti BerAKHLAK supaya adanya keseragaman values yang dipegang oleh seluruh rumah sakit.



“Saya percaya bahwa apapun organisasinya, kunci utama adalah SDM.” ujar Heru Aryadi, Ketua PP ARSADA Tahun 2019 - 2023.


Sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Heru, Ary Ginanjar memberikan contoh dari gempa yang terjadi di Jepang. Bahwa terjadinya gempa meratakan semua bangunan kecuali satu yakni Imperial Hotel, dia tetap berdiri tegak dengan alasan memiliki fondasi yang kuat.


“Apa yang membuat rumah sakit atau organisasi, atau bahkan negara dapat bertahan hingga 100 tahun lamanya? Perkuat fondasinya. Lalu apa pondasi dari ARSADA hingga akan terus eksis 100 tahun?” tanya Ary Ginanjar pada para peserta yang hadir dalam seminar motivasi pada sore itu.


Jawaban tersebut datang yakni Corporate Culture atau Budaya Perusahaan (Budaya Kerja). Bukan teknologi yang canggih membuat rumah sakit dapat berdiri 100 tahun, bukan sekedar sistem politik atau ekonomi. Namun, ada budaya kerja yang dapat menjadi fondasi untuk menjadikan rumah sakit dapat terus eksis hingga 100 tahun lamanya.


“Gempa yang dihadapi ARSADA saat ini mulai dari akses pelayanan kesehatan, SDM, ketahanan kesehatan, digitalisasi, pembiayaan, situasi politik, hingga mutu pelayanan kesehatan. Maka bagaimana menghadapi gempa tersebut? Perlu budaya kerja yang kuat sebagai fondasi.” Ujar Ary Ginanjar.


Akan banyak perubahan yang terjadi, mulai dari SDM yang pergantian saat ini semakin banyak milenial dan gen Z yang perlu inovasi terus menerus, kemudian ada pula situasi politik yang dihadapi, ketika pergantian gubernur, pergantian Direktur RS, akan ada sistem yang diubah, akan ada strategi yang diubah, akan ada struktur yang berubah.


Semua perubahan yang merasakannya adalah SDM, manusia yang ada dalam organisasi. Sehingga pertanyaannya akan beralih dengan perilaku menjalankannya bagaimana? Dengan nilai-nilai dan keyakinan.


“Maka perlu adanya core values rumah sakit yang seragam. Tidak berbeda-beda dan berubah-ubah. Karena apabila setiap rumah sakit miliki core values berbeda, SDM akan bingung jika pindah rumah sakit A ke rumah sakit B. Pindah kabupaten, pindah perilakunya, berubah.


Bersyukurnya, MenpanRB launching core values BerAKHLAK untuk keseragaman core values se-Indonesia.” pernyataan Ary Ginanjar mengundang gemuruh tepuk tangan dari peserta yang hadir.


BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai sari dari nilai-nilai dasar ASN baik pusat maupun daerah. Dengan employer branding Bangga Melayani Bangsa.




Sehingga untuk memberikan pelayanan prima dan bertumbuh menjadi rumah sakit yang menjadi pilihan pasien/keluarga, perlu budaya kerja yang sehat dimulai dari SDM-nya.


Bagaimana untuk mengetahui apakah rumah sakit tersebut memiliki budaya kerja yang sehat? ACT Consulting International berkolaborasi dengan MenpanRB menjadi lembaga yang melakukan pengecekkan terhadap kesehatan budaya kerja organisasi. 


<more>


Selain budaya kerja, Ary Ginanjar menambahkan bahwa perlu menempatkan orang yang tepat dalam tempatnya. Menemukan talent yang pas untuk mencapai kemajuan rumah sakit. 


Pertumbuhan rumah sakit bisa didapati secara pesat ketika menempatkan orang yang tepat sesuai dengan posisinya. Dan untuk menemukan talent yang pas, ESQ menghadirkan sebuah alat tes menemukan talenta dalam diri masing-masing melalui TalentDNA.


Kabar gembiranya, dalam seminar nasional Ary Ginanjar mengumumkan untuk membagikan secara gratis TalentDNA untuk rumah sakit secara terbatas.




Hal tersebut disambut secara antusias oleh para peserta termasuk dr. Aceng selaku Direktur RSUD Sumedang sekaligus Ketua ARSADA Jawa Barat.


“Saya garis bawahi mengenai TalentDNA jadi bisa melihat talenta yang ada dalam diri kita dan karyawan. Karena rumah sakit itu kan banyak orang di dalamnya, multi profesi, multi karakter, sehingga kalau sampai salah posisi akan tidak maksimal dalam pekerjaannya.


Jadi benar adanya, TalentDNA ini bisa menempatkan orang pada posisi yang tepat. Sesuai dengan karakter dan fungsinya. Mudah-mudahan ini bisa kami terapkan.” Ujar dr. Aceng.


Sedikit info, kegiatan ARSADA bersama ACT Consulting International tak hanya sampai di sini.


Telah berlangsung juga pada hari Jumat, 25 Agustus 2023 terkait penandatanganan MoU antara kedua belah pihak.




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA