ESQNews.id,
JAKARTA – “Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka
ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat
(dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan
tidak (pula) dianiaya” Q.S Al-Baqarah; 279.
“Setelah mendengar surat
Al-Baqarah itu saya menangis dan sadar bahwa Allah memberi petunjuk kepada
saya. Untungnya saya kalau soal beribadah tergolong yang taat, rajin shalat 5 waktu
dan berhubungan baik dengan Allah, sehingga saya mendapat tendangan dari Allah
ketika saya harus keluar dari pekerjaan saya itu,” papar Oka.
Semenjak Oka resign dari
pekerjaannya sekarang beliau bekerja di salah satu Lembaga SDM terkenal di
Indonesia maupun luar negri. Bergabung dengan komunitas Masyarakat Tanpa Riba
(MTR) untuk mengikuti seminar bersama trainer hebat.
“Setelah mengikuti seminar saya sangat-sangat sadar akan bahayanya riba, saya menangis mengingat dosa saya yang sangat besar dan termasuk golongan orang-orang yang dilaknat oleh Allah karena riba, sekaligus happy karena sudah meninggalkan kehidupan yang dulu. Dan sekarang saya mengingatkan kepada kalian dan diri saya sendiri tentunya bahwa dalam hidup itu harus jauh dari hutang, kembangkan bisnis sesuai sunnah Rasul, menghapuskan riba dan menyuburkan sedekah” tegas Oka untuk kita semua.
Baca juga: Taubatnya Supervisor Terbaik Di Indonesia dari Riba (1)





