ESQNews.id, JAKARTA - Biasanya di sekolah-sekolah, mayoritas yang berkuasa adalah golongan anak-anak Genk yang nakal, yang baik-baik jadi minoritas. Namun berbeda dengan SMPN 44 Bandung. Siswa yang nakal menjadi minoritas.
Bagaimana para guru ini membalik keadaan?
Master Trainer, Ary Ginanjar Agustian kedatangan tamu pada (3/7/2020). Kepala sekolah beserta para guru SMPN 44 Bandung hadir di Menara 165 lt. 24.
Mereka sharing perihal perubahan yang terjadi pada generasi muda atau Gen Z. Setelah kurang lebih sudah belasan tahun berkolaborasi dengan ESQ. Tentang tips menangani anak-anak jaman sekarang.
Dimana dulunya mereka suka berkelahi, berpakaian kurang baik, pernah melempar bom molotov, melontarkan kata-kata kasar, dan lainnya.
<more>
Tetapi, ketika di
intervensi dengan metode ESQ inilah yang terjadi dengan SMPN 44 Bandung.
“Pihak sekolah
khususnya guru-guru memaksa siswanya untuk mengenal Asmaul Husna. Berdzikir,
bershalawat dan lain-lain. Hingga membentuk karakter yang baik dengan sendirinya,”
jelas Ratna Kariyati, Bagian Kesiswaan di SMPN tersebut.
Bukan hanya
omongan belaka, namun mereka sudah buktikan sendiri. Saat perlombaan sepak bola
antar sekolah di Bandung.
“Kami ajak berteriak untuk berikan support
temen-temennya. Mereka bahkan menyuruh kami untuk tidak berteriak. Tapi minta sama
Allah saja, kita bershalawat dan Asmaul Husna saja. Sehingga pada saat itu
berkumandanglah Asmaul Husna di lapangan Persib oleh anak-anak SMPN 44, dan
Alhamdulillah menang,” paparnya sampai merinding saat bercerita.