ESQNews.id, MAJALENGKA — Bagi wisatawan yang mencari pengalaman mendaki gunung dengan durasi singkat, Puncak Cawene Geulis di kawasan Rajagaluh bisa menjadi pilihan tepat.
Berbeda dengan wisata perbukitan biasa, destinasi ini menawarkan atmosfer pendakian yang sesungguhnya karena berada di ketinggian 1.350 mdpl.
Angka tersebut terbilang cukup tinggi dibandingkan rata-rata bukit wisata lainnya di Majalengka.
Meskipun demikian, tempat ini tetap dapat diakses oleh pemula dengan estimasi waktu tempuh yang relatif cepat, yakni sekitar 30 menit dari pos utama menuju puncak.
Akses menuju lokasi ini dapat ditempuh melalui jalur Sadarehe di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh.
Pengunjung dapat menggunakan titik Pangkalan Ojek Cawene Geulis di peta digital sebagai acuan, di mana perjalanan nantinya akan melewati kawasan Situmpuk Hills terlebih dahulu.
Namun, calon pengunjung wajib mewaspadai kondisi jalan menuju titik awal pendakian yang belum diaspal mulus.
Jalurnya didominasi bebatuan lepas dan tanah yang cukup terjal. Oleh karena itu, bagi pengguna sepeda motor sangat disarankan untuk memarkirkan kendaraan di Checkpoint 2, mengingat medan menuju pos atas semakin ekstrem dan berisiko.
Sebagai solusi alternatif, pengelola menyediakan layanan sewa mobil bak terbuka dari pangkalan ojek dengan tarif Rp40.000 untuk perjalanan pulang pergi.
Memasuki area pendakian, pengunjung akan dihadapkan pada jalur alami tanpa lapisan semen.
Jalur ini didominasi oleh permukaan tanah merah dan bebatuan yang melintasi area perkebunan warga serta hutan bambu.
Saat musim hujan, permukaan tanah menjadi sangat licin sehingga pengunjung perlu meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan.
Kontur tanjakan di jalur ini terbilang moderat dan masih bisa dilalui oleh pendaki pemula, asalkan memiliki kondisi fisik yang prima.
Usaha mencapai puncak akan sebanding dengan pemandangan yang tersaji di sepanjang perjalanan.
Daya tarik utama kawasan ini adalah keberadaan Hutan Mati, sebuah area berisi pepohonan kering tanpa daun yang memberikan nuansa alam dataran tinggi khas pegunungan Jawa Barat.
Selain itu, hamparan rumput ilalang berwarna kemerahan yang tumbuh liar di sekitar jalur juga menjadi latar foto yang menarik, menyerupai pemandangan di padang sabana.
Salah satu aspek yang membedakan Cawene Geulis dengan destinasi lain adalah penerapan standar operasional yang ketat.
Pengelola mewajibkan setiap pengunjung untuk melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum kedatangan.
Prosedur lain yang harus dijalani meliputi pengarahan mengenai rute pendakian serta pemeriksaan barang bawaan di pos pengecekan.
Aturan ini mewajibkan pendaki untuk membawa turun kembali sampah logistik mereka guna memastikan area konservasi tetap bersih.
Dengan tiket masuk mulai dari Rp25.000, destinasi ini menawarkan pengalaman wisata alam yang cukup menantang.
Lokasinya cocok untuk kegiatan pendakian singkat pulang pergi maupun berkemah untuk menikmati udara sejuk ketinggian.
Saat cuaca cerah, pemandangan perbukitan di seberang akan terlihat jelas. Sebaliknya, jika kabut turun, suasana tenang khas hutan tropis akan menjadi pengalaman tersendiri bagi para pengunjung. [infomjlk]





