ESQNews.id, JAKARTA - Meramaikan perayaan tiga tahun Core Values AKHLAK, ID Food sebagai perusahaan BUMN yang memiliki visi menjadi perusahaan produsen pangan nasional yang berkualitas menghadirkan tiga pembicara dalam acara 3th AKHLAK Townhall yakni Frans Marganda sebagai Direktur Utama PT. RNI (persero) ID Food, Satyawanti Mashudi seorang komisioner komnas perempuan RI, dan Ary Ginanjar Agustian sosok Founder ACT Consulting International.
Dihadiri juga oleh Budi Santoso sebagai komisaris utama PT. RNI Persero, acara 3th AKHLAK Townhall diadakan di Gedung Waskita Rajawali Tower lantai 16 pada hari Kamis, 20 Juli 2023.
Sebagai bentuk perayaan tiga tahun AKHLAK sekaligus agenda tahunan AKHLAK insight yang digunakan untuk meningkatkan level internalisasi Core Values BUMN terbaru ini ke level ownership bagi insan ID Food, 3th AKHLAK Townhall sebagai acara untuk insan ID Food agar Core Values AKHLAK dapat muncul sebagai perilaku dan dapat ditularkan kepada orang sekitarnya.
Diketahui bahwa ID Food sudah melakukan internalisasi Core Values AKHLAK namun baru sampai level understanding, dan ingin meningkatkan level kepada seluruh karyawan terutama para leader agar AKHLAK tidak sekedar menjadi jargon, tapi dapat terefleksikan dalam tingkah laku sehari-hari seluruh insan ID Food Group.
Dengan jumlah kurang lebih 7000 peserta dalam ruangan secara offline dan dalam media online, acara ini dihadiri oleh seluruh karyawan dari berbagai level.
Melihat dari jumlah yang tidak sedikit, ID Food menyatukan visi dalam tiap insan, dan bergerak dalam misi mendukung Indonesia dalam swasembada pangan, membuat masyarakat mengkonsumsi pangan berkualitas tinggi, memperluas kemampuan menghasilkan produk berkualitas dalam skala besar untuk pasar domestik dan global.
“Bukan hanya kata-kata, namun bagaimana ini dapat menjadi nyata.” Potongan kata dari Direktur Utama ID Food menyentuh tiap insan yang hadir untuk betul-betul peduli terhadap visi misi perusahaan.
<more>
Ary Ginanjar menyetujui ucapan dari Frans selaku Direktur Utama ID Food dan menambahkan,
“Setiap orang memiliki momentum yang menciptakan perubahan. Dan semoga pertemuan hari ini adalah perayaan atau momentum untuk perubahan. Sebagaimana kalimat Pak Frans, bagaimana kita dapat membuat perubahan bukan sekedar kata-kata.”
Maka dalam momentum ini, Ary Ginanjar membagikan jurus untuk melakukan internalisasi Core Values AKHLAK dalam ID Food.
“Jurus yang pertama yaitu maintaining Core Values yaitu AKHLAK, dan kedua discovery DNA personal values.”
Mengatakan pada poin pertama, Ary Ginanjar menunjukkan foto nasional hasil survei BerAKHLAK dengan rata-rata indeks implementasi BerAKHLAK ASN dalam 442 instansi ASN – kementerian sebesar 60,9%
Untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil survei tersebut, Ary bersama tim paparkan tipsnya.
Meskipun hal itu tak mudah, kata Ary, karena adanya tantangan saat ini yakni VUCA Era dan AI (Artificial Intelligent), perlu internalisasi AKHLAK. Jika tidak ada Core Values, Indonesia bisa habis dengan dampak pengangguran karena banyaknya manipulasi informasi melalui AI.
Supaya tidak terombang-ambing dalam gempa peradaban saat ini, menengok pada gempa yang terjadi di Jepang dan menyisakan satu bangunan yakni Imperial Palace Hotel yang dinyatakan tetap tegak karena ada kuatnya fondasi.
Maka fondasi tersebutlah yang menjadi jurus utama dinamakan core values, dan inilah yang disama ratakan di Indonesia ketika Presiden RI yakni Joko Widodo mencanangkan BerAKHLAK.
“Namun tidak cukup jika hanya corporate culture yang dibentuk, ada lagi personal values. Jurus nomor dua. Ini dia discovery DNA personal values.” Tambah founder ACT Consulting International kepada para peserta yang hadir.
Ketika sudah dapat mengkombinasikan maintaining core values for corporate culture dengan discovery DNA personal values, hasilnya akan dahsyat luar biasa. Target tercapai, bahkan dapat melampauinya.
“Jadi, jangan salah menempatkan talent dalam perusahaan. Apabila di gemar bersosialisasi dan merayu, bukan ditaruh untuk audit, namun cobalah posisikan dalam marketing.”
Ary memberikan contoh-contoh yang sudah terjadi dalam perusahaannya yakni ESQ Group yang memiliki kurang lebih 17 perusahaan salah satunya ACT Consulting International.
Bagaimana ada SDM yang hampir kena layoff di bagian administrasi, namun melihat dari DNA-nya memang bisa ditaruh pada bagian yang lain, sekarang sudah menjadi CRO (Corporate Relation Officer) dan mencapai target-target perusahaan.
“Buatlah mereka berkembang sesuai dengan DNA-nya, personal values-nya. Maka nantikan hasil yang luar biasa atas kombinasi dua jurus tersebut.”
Talent DNA ini dikenalkan oleh ACT Consulting International dengan “Talent DNA Based Organization” untuk solusi yang terukur, terencana, dan komprehensif dalam pengembangan SDM dan organisasi dengan mengoptimalkan kekuatan serta keunikan melalui Talent DNA.
Hasil dari sharing motivasi bersama Ary Ginanjar dinilai oleh Frans Tambunan selaku Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) BUMN Holding Pangan ID Food dapat memberikan motivasi dan masukan mengenai budaya AKHLAK.
“Saya meng-highlight dari sharing Pak Ary Ginanjar tadi bahwa perubahan culture dimulai dari keputusan pribadi untuk berubah. Dan saya meyakini perubahan ada dalam diri saya yang akan membentuk perubahan culture sesuai AKHLAK.
Semoga ini bukan terakhir, namun adalah awal dari perubahan budaya yang diteruskan ke seluruh anak perusahaan dan akan terlihat perubahan hasil-hasil pencapaian di ID Food.”
Frans juga berharap bahwa ID Food dapat berbangga dengan Core Values AKHLAK dan mencapai prestasi dalam ketahanan pangan, mensejahterakan petani dan nelayan, serta menjadi perusahan pangan yang kompetitif juga go global.




