ESQNews.id, JAKARTA - Puasa bukan tentang siapa yang paling kuat.
Puasa adalah latihan konsistensi dan ketekunan.
Seperti pendaki gunung—bukan yang paling cepat yang sampai, tetapi yang terus melangkah meski napas terasa berat dan kaki mulai gemetar.
Ramadhan melatih hal itu. Menahan lapar, menahan emosi, dan tetap berjalan meskipun tidak selalu nyaman.
Puasa bukan ajang pamer ketahanan diri. Justru di titik paling lelah, manusia diingatkan bahwa ia tidak berjalan sendirian.
Karena ada Allah Yang Maha Kuat, tempat bersandar dan meminta kekuatan.