ESQNews.id, JAKARTA - Ini pengalaman saya dulu yang membuat saya awet di kondisi kekurangan. Barangkali bisa jadi pelajaran berharga untuk pembaca semua.
1) Ngapain beli? Mending cari yang gratisan. Di internet banyak! Rugi kalau bayar.
Ini persepsi saya ketika mendapatkan kelas online berbayar di facebook atau sejenisnya.
Saya selalu menegaskan "rugi" dan "cari gratisan". Cari gratisan sendiri tidak mencerminkan orang berduit, melainkan orang tak berduit.
Maka tak sadar saya mensugesti rugi dan tak berduit. Sugesti inilah diyakini pikiran, lalu hidup saya seperti itu. Selalu rugi dan tak punya duit.
Alhamdulillah sekarang berubah, lebih memilih pelatihan berbayar bahkan memilih tetap mengeluarkan uang bila mendapatkan pelatihan yang value-nya melebihi yang saya bayarkan.
Meski bayarnya ke orang berbeda yang membutuhkan. Tapi pointnya adalah memposisikan orang berduit jadi berterima kasih pun dengan duit.
2) Enak dia, ngapain bikin dia kaya?
Jujur, ini agak culas kali ya? Tapi dulu saya seperti itu. Tak rela kalau seseorang bisa kaya terlebih karena uang yang saya bayarkan.
Makanya kalau mau beli sesuatu baik itu jasa atau barang, termasuk pelatihan online, saya tidak mau membayar sampai jutaan: Rugi bikin dia kaya!
Tak sadar, saya membayangkan diri sendiri yang miskin parah, membayangkan seandainya sudah ikut program tersebut, masih miskin juga. Makanya "rugi bikin dia kaya, sementara saya (akan) tetap miskin.
Sekali lagi, tak sadar ya.
Sekarang Alhamdulillah saya memilih menjadi penyebab kekayaan orang lain. Banyak orang yang dulunya merasa hidup susah, Alhamdulillah melalui wasilah program-program yang dibuat, meski harganya sangat murah, hidupnya berlimpah.
Seperti Program Ramadhan 20 Hari Membuka Rezeki Angkatan Kedua, investasinya tak melebihi jatah makan sebulan, tapi hasilnya bisa sepanjang tahun bahkan bertahun-tahun untuk makan.
Saya memilih mengajari banyak orang untuk dengan mudah mendapatkan keajaiban, melepas program miskin mereka dan mensugesti Keberlimpahan.
<more>
Alhamdulillah, terima kasih Pak Sofyan, Bu Erna dan teman-teman semua. Masya Allah dengan izin Allah, bulan ini yang biasanya pegang uang bulanan di angka Rp 1-2 juta, tiba-tiba uang datang di angka Rp 50 juta sekaligus. Barakallah, semoga menjadi amal jariyah ilmu yang bermanfaat ini. Jazakumullah Khairan. (Ayu Sugitri, Member 20HMR Angkt 1)
Btw, apakah ada diantara teman-teman yang masih memiliki persamaan dengan saya dulu? Semoga tidak ada ya.
Bila ada, segera sayangi keluarga Anda dari keburukan pikiran sendiri. Dampaknya mengerikan. Wallahu'alam





