ESQNews.id, MAJALENGKA - Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sepakat pada percepatan pengembangan infrastruktur transportasi terpadu di wilayah Jabar. Langkah ambisius ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas, memangkas kemacetan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional, dengan menjadikan Bandara Internasional Kertajati (BIJB) sebagai pusat fokus utama.
Kesepakatan strategis ini menjadi topik utama dalam pertemuan antara Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Jakarta, Senin (6/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah proyek vital dibahas secara mendalam. Di sektor darat, prioritas utama diberikan pada pengembangan LRT Bandung Raya dengan rute timur-barat, pembangunan jalan akses yang krusial menuju dan dari Stasiun Kereta Cepat Karawang, serta reaktivasi jalur kereta api untuk menunjang kawasan pariwisata di Jabar.
“Dengan hadirnya transportasi publik yang lebih efektif dan efisien, harapannya masyarakat Jawa Barat dapat bermobilitas dan terlayani dengan baik,” ujar Menhub Dudy.
Perubahan signifikan juga terjadi di sektor udara. Menhub memastikan, pemindahan penerbangan jet komersial berjadwal dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, ke Bandara Kertajati akan dilakukan secara bertahap. Bandara Kertajati kini diposisikan sebagai hub penerbangan jet utama.
Bandara yang berlokasi di Majalengka ini akan difokuskan penuh untuk melayani rute domestik dan internasional, serta diperkuat sebagai pusat embarkasi dan debarkasi haji/umrah bagi jemaah asal Jabar.
“Sejak Juli 2025, Bandara Husein kembali melayani rute penerbangan tertentu, seperti rute Bandung–Yogyakarta yang dioperasikan oleh Susi Air menggunakan pesawat propeller.
Adapun Bandara Internasional Kertajati tetap fokus pada penerbangan pesawat jet untuk rute dalam negeri dan luar negeri serta penguatan untuk konektivitas tujuan Umrah dan Angkutan Haji,” tegas Menhub Dudy.
Menhub menegaskan, kolaborasi intensif antara Kemenhub dan Pemprov Jabar adalah kunci untuk mewujudkan ekosistem transportasi yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Pihaknya akan terus mendukung pengembangan sistem transportasi publik yang “selamat, aman, nyaman, dan mudah diakses.”
Gubernur Dedi Mulyadi menyambut baik komitmen pemerintah pusat. “Terima kasih. Semoga orang Jabar bisa bepergian ke mana pun, di jalannya sehat dan selamat,” apresiasi Gubernur Dedi. (infomjlk)
Diharapkan, dengan semakin efektifnya sistem transportasi umum, masyarakat Jabar akan beralih dari kendaraan pribadi. “Ini akan sangat membantu dalam mengurangi kemacetan di jalan raya,” tutup Menhub Dudy.
Pertemuan penting ini turut disaksikan oleh Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono, dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein.


