"Mau tau bagaimana caranya agar tak cemas? Itulah alasan
adanya Vaksin hati. Kita telah dididik dengan keras oleh Covid-19. Kita telah
digembleng oleh pandemik. Kita ditekan oleh resesi ekonomi dan disitulah kita
mengeluarkan potensi terbaik kita," tutur penulis buku ESQ Power itu.
Seperti yang kita ketahui bersama, Pandemi Covid-19 tak kunjung
pergi hingga kini. Sampai ditemukan sebuah riset oleh Dr. Martina Paglia (The International
Psychology Clinic) yang menyatakan bahwa, “Sangat mungkin banyak orang
mengembangkan gejala yang mirip dengan virus corona, hanya karena kecemasan dan
ketakutan yang berlebihan.”
Maka Ary Ginanjar beserta Tim ESQ memberikan 2 metode sebagai solusinya yakni Neuro Linguistik Program dan Hypnotheraphy.

"Covid tidak akan pergi dan tetap bertahan sampai kita
menyadari 3 pertanyaan yaitu siapa kita, dimana kita dan mau kemana kita,"
lanjutnya.
Training Vaksin Hati ESQ mendapat feedback dari para peserta
salah satunya dari Pasien yang positif terkena Covid-19 dan harus di karantina.
Wanita tersebut bernama Sarah dari Turki.
Awalnya ia memutuskan untuk tidak ikuti training Vaksin Hati
karena duduk pun terasa sulit. Tapi akhirnya ia mengikuti training hingga
selesai.
“Entah kenapa dan kekuatan darimana saya bisa mengikutinya sampai selesai. Seolah-olah suara pak Ary, Coach Iman, Coach Rudi, dan Coach Bram memanggil-manggil saya. Kekuatan yang diberikan pak Ary dan tim sangat luar biasa, lebih dari obat dokter yang diberikan kepada saya.”
Bagi yang ingin daftar dan info selengkapnya bisa klik link berikut ini



