Lalu bagaimana mulai mengajarkan beres-beres pada anak?
Pertama, sejak bayi biasakan anak melihat suasana yang rapi.
Penataan pakaian dan mainan yang rapi akan membuat mata anak terbiasa dan merasa
nyaman dengan kerapian.
Kedua, biasakan anak-anak melihat proses beres-beres dan
jelaskan pada mereka urutannya. Hindari beres-beres saat anak sedang tidur, karena
anak akan menganggap segala sesuatu akan beres dengan sendirinya.
Ketiga, ajak anak beres-beres segera setelah selesai bermain.
Libatkan secara bertahap dari yang paling sederhana, misalnya memasang tutup kotak
mainan atau mendorong laci mainannya. Selanjutnya, bersamaan dengan
meningkatnya usia anak, kita bisa meningkatkan keterlibatan anak dalam beres-beres
lebih jauh lagi sampai dia mandiri.
Saat anak-anak berusia antara dua sampai tiga tahun, biasanya anak secara alamiah mulai serba ingin melakukan segala sesuatunya sendiri. Saat itulah waktu terbaik melatih mereka ikut terlibat dalam proses beres-beres.
<more>
Mengajarkan cara membuang sampah di tempat sampah yang
membuka tutupnya dengan cara diinjak, akan sangat menyenangkan mereka. Mereka
pun akan terstimulasi untuk senantiasa membuang sampah pada tempatnya.
Menurut seorang ahli pendidikan, jika anak sudah terbiasa beres-beres dalam hal kongkrit—seperti mainan dan peralatan—kelak ia juga akan terbiasa beres-beres dalam hal yang abstrak.
Ketika ada masalah atau ganjalan dengan saudara, teman, guru atau orangtuanya, ia akan segera membereskannya (menyelesaikannya).

Dikutip dari buku Mendidik Karakter dengan Karakter karya Ida S. Widayanti.