ESQNews.id, JAKARTA - Banyak orang yang saat ini salah kaprah terhadap penyakit yang satu ini. Penyakit apa yang mau saya bahas di artikel kali ini? Penyakit Laryngopharyngeal Reflux (LPR). Salah kaprahnya gimana tuh maksudnya, Dok? Gini, kadang kita mungkin aja suka ngerasain susah menelan karena kita pikir itu adalah radang tenggorokan. Padahal bisa jadi kita sedang terkena LPR. Bagi yang belum tahu, LPR ini sangat berbeda dengan GERD. Bedanya apa? Kita sama-sama bahas di sini.
Laryngopharyngeal Reflux (LPR) adalah kondisi di mana asam lambung naik ke bagian belakang kerongkongan kemudian masuk ke kotak suara, hingga masuk ke bagian belakang saluran pernafasan. Kalau pada GERD, naiknya asam lambung hanya sampai di kerongkongan, beda dengan LPR, naiknya asam lambung bisa ke banyak area di saluran pernafasan. LPR tak hanya menyerang dewasa tapi juga bisa menyerang anak-anak.
Apa Penyebab LPR?
Sebenarnya, kalau diliat penyebabnya, GERD dan LPR ini hampir mirip yaitu lemahnya otot sfingter. Otot sfingter itu apa sih? Otot yang mempunyai fungsi untuk mencegah asam lambung berbalik arah ke kerongkongan. Seharusnya, otot sfingter yang ada di bawah kerongkongan dan bagian atas kerongkongan akan menutup saat proses pencernaan makanan. Kalau Sahabat mengalami GERD, otot sfingter bagian bawah melemah sehingga ga bisa menjaga makanan dan asam lambung tetap di tempatnya. Akhirnya, asam lambung naik dan menyebabkan berbagai gejala LPR.
Banyak hal yang sebenarnya menyebabkan otot sfingter melemah, biasanya mulai dari gaya hidup yang nggak sehat, jarang makan sayur, jarang makan buah, telat makan, tiduran setelah makan, dan jarang olahraga.
Gejala LPR
Kalau GERD ini kan sebagian besar gejalanya berhubungan dengan masalah pencernaan ya. Nah, beda nih sama gejala LPR ini karena sama sekali hasilnya gak ada hubungannya sama pencernaan. Untuk gejala LPR ini biasanya kaitannya sama sistem pernafasan karena mengingat asam lambung naik dan melukai faring dan tenggorokan. Saya akan menjelaskan beberapa gejala LPR yang sering terjadi:
· Suara Serak
Penderita yang mengalami LPR ini biasanya suara mereka akan menjadi serak. Hal ini disebabkan adanya peradangan dan kerusakan
· Perasaan Ada yang Mengganjal di Tenggorokan
Penderita yang mengalami LPR ini biasanya mengalami perasaan seperti ada yang mengganjal di tenggorokannya. Hal ini membuat aktivitas berbicara pun serasa ga enak dan ga leluasa.
· Sering Berdeham untuk Membersihkan Dahak
Penderita LPR menjadi sering berdehem dengan frekuensi lebih dari 5 kali dalam sehari. Fungsi sebenarnya dari sering berdehem ini adalah untuk membersihkan dahak yang ada di tenggorokan.
· Batuk Kronis
Penderita LPR umumnya akan menderita batuk kronis. Batuk kronis ini disebabkan oleh adanya infeksi saluran pernafasan di bagian atas. Batuk kronis juga bisa disebabkan sebagai salah satu dari beberapa gejala infeksi saluran pernapasan atas dan terus berlanjut.
· Batuk Berdahak
Penderita penyakit ini sering banget mengalami batuk berdahak. Hal ini disebabkan karena iritasi di bagian tenggorokan yang disebabkan asam lambung yang naik ke tenggorokan. Dari iritasi ini bisa menyebabkan batuk yang disertai dengan dahak.
· Sulit Menelan
Para penderita LPR seringkali kesulitan untuk menelan makanan/minuman. Hal ini tentu ga terjadi tanpa sebab. Sebabnya adalah karena kerusakan di bagian jaringan kerongkongan dari asam lambung yang naik ke kerongkongan sehingga menyebabkan penyempitan di area kerongkongan bagian bawah.
· Sakit Tenggorokan yang Gak Kunjung Sembuh
Sakit tenggorokan bagi penderita penyakit ini biasanya disebabkan karena isi lambung naik ke bagian belakang tenggrokan.
· Kehilangan Suara
Kenapa LPR menyebabkan suara menjadi hilang? Hal ini bisa dipicu karena asam dari lambung naik ke tenggorokan dan melewati epiglotis, sehingga memengaruhi laring dan pita suara.



