ESQNews.id, JAKARTA - Sahabat, Allah menciptakan mahkluknya yang terdiri dari laki-laki dan perempuan yang bertujuan untuk beribadah pada-Nya.
Perempuan dengan segala kelebihan multitalentanya, mampu mengerjakan berbagai pekerjaan rumah dalam satu waktu. Di balik segala kelebihannya itu, wanita juga punya berbagai masalah di hidupnya.
Masalah ini salah satunya adalah penyakit yang ada di tubuhnya atau di organ kewanitaannya.
Saya coba akan kulik lebih lanjut di artikel kali ini, salah satu gangguan/penyakit di organ tubuh wanita yang bernama Amenorrhea.
Amenorrhea adalah kondisi di mana seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama beberapa bulan, padahal seharusnya sudah waktunya.
Sederhananya, ini adalah “hilangnya” siklus menstruasi yang biasanya teratur. Amenorrhea terbagi 2 yaitu Amenorrhea primer dan Amenorrhea sekunder.
Amenorrhea primer Ini terjadi ketika seorang perempuan yang sudah mencapai usia 16 tahun belum pernah mengalami menstruasi sama sekali.
Beda dengan Amenorrhea sekunder, ini lebih umum dan terjadi ketika seseorang yang sebelumnya mengalami menstruasi secara teratur tiba-tiba berhenti selama tiga bulan berturut-turut atau lebih.
Apa Penyebab dari Amenorrhea?
Amenorrhea itu kondisi ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi, padahal seharusnya sudah masuk usia atau siklus menstruasi. Saya coba akan bahas penyebab dari Amenorrhea:
- Gangguan Hormonal
Gangguan hormonal yang bisa menyebabkan amenorrhea umumnya berkaitan dengan hormon-hormon yang mengatur siklus menstruasi. Contoh gangguan hormonal ini terbagi ke dalam banyak contoh, di antaranya:
* PCOS: Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan hormon reproduksi, seperti peningkatan hormon androgen (hormon pria) yang berlebihan.
* Gangguan Tiroid: Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau bahkan kelenjar yang kurang aktif bisa berpengaruh sama hormon prolaktin yang menyebabkan menstruasi ga teratur atau bahkan bisa berhenti.
* Berat badan yang terlalu berlebihan
* Berat badan yang terlalu rendah
* Melakukan olahraga atau aktivitas yang berlebihan
* Stres yang terlalu berat hingga menimbulkan cemas
- Gangguan Pada Organ Reproduksi
Gangguan yang terjadi pada organ reproduksi bisa menyebabkan mentruasi jadi berhenti. Gangguan ini juga beragam contohnya, antara lain:
* Lubang vagina yang tertutup oleh selaput dara sejak lahir
* Rahim, leher rahim, dan vagina yang tidak terbentuk karena suatu kondisi
* Adanya penyumbatan yang terjadi pada bagian saluran reproduksi.
Apa Saja Gejala dari Amenorrhea?
Gejala utama amenorrhea adalah tidak adanya menstruasi, tetapi sering kali ada gejala tambahan yang tergantung pada penyebabnya. Berikut beberapa gejala yang mungkin menyertai amenorrhea:
- Tidak Menstruasi
Ini gejala utama, baik belum pernah menstruasi sama sekali (amenorrhea primer) atau berhenti menstruasi secara tiba-tiba (amenorrhea sekunder).
- Nyeri Panggul
Beberapa wanita mengalami nyeri di daerah panggul, yang bisa terkait dengan masalah pada organ reproduksi.
- Perubahan Berat Badan
Kenaikan atau penurunan berat badan yang signifikan, terutama terkait dengan perubahan hormon atau pola makan yang ekstrem.
- Kelelahan
Gangguan hormonal bisa menyebabkan energi tubuh menurun, membuat seseorang mudah lelah.
- Tumbuhnya Rambut yang Berlebihan
Pada kondisi seperti PCOS, peningkatan hormon androgen bisa menyebabkan pertumbuhan rambut berlebih di wajah atau tubuh (hirsutisme).
- Perubahan pada Bagian Payudara
Penurunan kadar estrogen bisa menyebabkan perubahan pada ukuran atau kekencangan payudara. Ini bisa jadi efek dari hormon prolaktin terlalu tinggi, mungkin juga ada cairan yang keluar dari puting susu, meskipun tidak sedang menyusui.
- Munculnya Jerawat
Ketidakseimbangan hormon, seperti pada PCOS, sering menyebabkan munculnya jerawat dan produksi minyak berlebih di kulit.
- Terjadinya Jerawat dan Masalah Penglihatan
Jika Amenorrhea disebabkan oleh tumor di kelenjar pituitari (misalnya prolaktinoma), sakit kepala atau masalah penglihatan bisa menjadi gejala yang muncul.


