Karyawan (terpilih) di Makassar Network membutuhkan pelatihan yang berfokus pada bidang kepemimpinan.
Pelatihan semacam itu secara luas dianggap sebagai salah satu solusi potensial untuk membangun dan memperkuat pemahaman, keterampilan, dan pengetahuan karyawan sehubungan dengan kemampuan kepemimpinan, termasuk soft skill yang relevan seperti komunikasi, integritas, kepercayaan.
Itu semua pada gilirannya akan mengarah pada peningkatan kinerja dan peningkatan kemampuan untuk mengatasi dan menavigasi berbagai tantangan di tempat kerja dan di luarnya, sesuai dengan yang diperlukan.
Oleh karenanya, digelar program pelatihan kepemimpinan pertama (Leadership Development Training Program) yang dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 20-22 November 2023 di gedung Wisma Kalla, Makassar.
Pesertanya ada 30 orang dari berbagai perusahaan dan profesi di antaranya PT. Perkasa Agung Sejati, TPSC Engineering Indonesia, LPK Soraya, Kalla Institute Learning Development, CV. Up Plus Indo, PT. Charoen Pokphand Indonesia, CPI Gorontalo, Albiruni School, PT. Energy Sengkang, PT. Bangun Talenta Unggul, PT. EMS Land Propertindo, PT. Makassar Megatama, PT. Semen Tonasa, Berkatindo Jaya, Institute Teknologi dan Bisnis Kalla, Testea Indonesia, PT. Kalla Property.
Sebelum Ary Ginanjar sampaikan materi, ada Opening message dari Chairul Saleh (Deputy Assistant for Workforce Productivity Development, Coordinating Ministry of Economic Affairs (CMEA)), Mr. Sion Morton (Senior Public Management Specialist, Asian Development Bank), Dr. Benjamina Paula G. Flor (IELLN Project Technical Lead) serta Drs. Suhardi, Msi, Chairman, Indonesia Business Association (APIND0) South Sulawesi.
Acara diselenggarakan oleh Bandi Wiseso IELLN (Indonesia Enterprise Led Learning Network) dan ESQ (ACT Consulting International) yang disponsori oleh ADB Asian Development Bank, Kementerian Koord. Badang Perekonomian RI dengan dukungan organisasi APINDO Sulawesi Selatan serta difasilitasi oleh Inno-Change Inter. Consultans, Inc.
Dalam kesempatannya, Ary, Sosok idola dan salah satu putra terbaik bangsa yang menjadi salah satu one of the best selling author, best trainer, and great entrepreneur berbagi ilmu dan pengalaman dalam mengembangkan perusahaan yang fokus pada people growth mindset.
Seseorang yang usianya menginjak 58 tahun namun semakin bijak, humble, rendah hati dan memiliki growth mindset yang terus diasah dan terus berkembang demi visi Indonesia Emas 2045.
Sesuai tema, menurut Ary, rumus dari leadership adalah love. Memberikan cinta dan kasih sayang kepada jajaran, staff atau SDM-nya.
"Anda bisa mencintai orang lain tanpa memimpin mereka. Tetapi Anda tidak bisa memimpin orang lain tanpa mencintai mereka.
Ada berbagai cara pendekatan dengan mereka. Semisal dengan cara coaching dan life tools talentDNA. Sebagai pemimpin harus tahu talenta (potensi) masing-masing dari mereka," tutur Ary.
Ary Ginanjar menggunakan pendekatan engagement dengan coaching method dalam memaksimalkan potensi seseorang yang tidak lagi berbagi ilmu seperti mengisi air dalam gelas namun dengan cara menyalakan api yang ada dalam diri seseorang | ignite the people talent with IQ, EQ and SQ atau kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual.
Sebuah metode yang tidak hanya teori semata, namun sudah terbukti mengubah mimpi atau visi menjadi kenyataan.
Sedangkan TalentDNA merupakan sebuah tools untuk mengidentifikasi kecenderungan pola perilaku yang terus berulang di berbagai situasi secara alami, natural, dan spontan. Pola perilaku ini yang menggambarkan apa yang dirasakan, pikirkan, dan lakukan sehingga mempengaruhi bagaimana cara merespon dan mengambil keputusan dalam kehidupan secara otomatis.
Ary berharap, program ini dapat terus dilaksanakan sebagai program pemerintah yang berkelanjutan demi meningkatkan keahlian tidak hanya bagi para pemilik usaha tapi juga para pekerja demi meningkatkan taraf hidup yang lebih baik lagi di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity).
"Jika APINDO terus tumbuh berkembang, APINDO akan menjadi cahaya untuk Indonesia. Kalau APINDO maju, maka APINDO jadi yang pertama di Indonesia yang sedang membangun (persiapkan) SDM-nya dengan Grand Why.
Selamat berjuang, nasib Indonesia di tangan Anda. APINDO berkembang, karyawan maju, masyarakat sejahtera. Maka Indonesia Maju, Indonesia Emas 2045 akan tercapai," ucap motivator nasional itu.
Sesuai dengan harapan dan tujuan dari pelatihan ini yakni Peserta memperbaiki dan meningkatkan kemampuan mereka untuk memberikan pengaruh positif dengan menggunakan dan mengacu pada konsep-konsep inti kepemimpinan yang efektif untuk mengeluarkan yang terbaik dari anggota tim, mendorong kinerja karyawan, dan mendapatkan output dan outcome terbaik.
Salah satu peserta ungkapkan feedback-nya setelah ikut pelatihan.
Dewi Talli (Direktur LPK Soraya) sampaikan, "Dengan mengikuti pelatihan ini sangat bagus. Kami mengharapkan untuk seluruh pengurus APINDO di Sulawesi Selatan dapat mengikuti pelatihan ini karena sangat bermanfaat terkait bagaimana kita membina perusahaan kita dengan memakai teknik-teknik yang diajarkan oleh ESQ."
Soal kepemimpinan, dari pihak APINDO juga katakan bahwa, "Kepemimpinan yang efektif adalah kemampuan untuk menjalankan visi perusahaan dan menciptakan budaya kerja yang memungkinkan karyawan untuk berkontribusi secara bermakna bagi pencapaian tujuan perusahaan."
"Pemimpin yang efektif di tempat kerja tidak harus berada di posisi manajemen - mereka dapat menggunakan kapasitas dan keterampilan kepemimpinan mereka untuk membantu rekan-rekan kerja mereka untuk mengikuti jejak mereka untuk mencapai hasil dan hasil yang lebih baik bagi organisasi mereka."





