ESQNews.id, MAJALENGKA - Sektor pariwisata Majalengka perlahan bangkit setelah dihantam keras oleh pandemi COVID-19 empat tahun silam. Dari total 181 Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) yang sempat mati suri, saat ini baru 52 destinasi yang dilaporkan telah kembali aktif beroperasi.
Meski pemulihan berjalan bertahap, Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menyatakan optimisme tinggi.
Kepala Disparbud, H. Ida Heriyani, mengungkapkan bahwa proses kebangkitan ini merupakan hasil kerja keras selama tiga tahun melalui strategi pendampingan, promosi digital, dan penguatan kelembagaan wisata berbasis desa.
“Pandemi memang menghantam keras, namun kami tidak tinggal diam. Kebangkitan 52 ODTW adalah bukti nyata bahwa kerja sama pemerintah, pelaku wisata, dan masyarakat membuahkan hasil,” ujar Ida (24/10/2025).
Fokus pemulihan kini berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, inovasi, dan keberlanjutan. Disparbud mendorong desa-desa wisata untuk mandiri dan berkarakter, tidak hanya mengandalkan bantuan.
Beragam langkah strategis, seperti digitalisasi promosi, pelatihan hospitality, dan penyelenggaraan event daerah, terus digencarkan. Kolaborasi dengan komunitas kreatif dan investor lokal juga dibuka untuk memperkuat daya tarik destinasi.
Kini, geliat kunjungan wisatawan domestik mulai terasa di wisata alam, budaya, dan agrowisata Majalengka. Namun, pekerjaan rumah masih menanti, yakni menghidupkan kembali 129 ODTW lainnya.
“Kami ingin Majalengka menjadi rumah bagi wisata yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan menyejahterakan masyarakat. Itu cita-cita besar kami,” tutup Ida, berharap sektor pariwisata Majalengka dapat tumbuh menjadi ikon ekonomi kreatif baru di Parahyangan Timur. [infomjlk]


