ESQNews.id, JAKARTA – Pernahkah Anda merasa kelelahan, mengasingkan diri dari aktivitas di tempat kerja sehingga kinerja menurun? Kemudian badan merasa lemas, sering sakit, tidur tidak nyenyak, nafsu makan menurun dan lainnya.
Ada kemungkinan Anda mengalami gejala yang bernama burnout syndrome. Burnout syndrome adalah salah satu kondisi stres yang berhubungan dengan pekerjaan. Itu sebabnya, kondisi kesehatan yang satu ini juga dikenal sebagai occupational burnout atau job burnout.
Bahkan Organsisasi Kesehatan Dunia, WHO, menetapkan burnout syndrome sebagai salah satu kondisi stres kronis (28/05/2019). Gejala burnout yang memengaruhi kondisi emosional Anda, seperti halnya menurut dr. Yusra Firdaus:
- Merasa gagal dan meragukan diri sendiri
- Merasa tak ada yang membantu dan terjebak dalam pekerjaan
- Merasa sendirian
- Kehilangan motivasi
- Menjadi lebih sinis dan negatif
- Merasa tidak puas akan pekerjaan

<more>
Maka dari itu untuk mengatasi hal tersebut, inilah yang harus Anda coba dan lakukan:
- Lihat kembali pilihan Anda
Komunikasikan apa yang Anda rasakan dengan atasan. Anda mungkin dapat bekerja sama dengannya untuk menyamakan persepsi mengenai pekerjaan yang Anda lakukan. - Bicarakan dengan orang lain
Tak hanya rekan kerja, orang terdekat juga bisa membantu Anda melegakan stres yang Anda rasakan. Ceritakanlah masalah Anda dengan mereka, dengan begitu hubungan Anda dan mereka pun akan semakin kuat. - Batasi diri Anda dari orang yang negatif
Orang yang selalu berpikiran negatif tanpa menghadirkan solusi dapat membuat Anda semakin terpuruk. Untuk itu, sebisa mungkin batasi kontak Anda dengan mereka.
- Melakukan relaksasi
Beberapa kegiatan relaksasi bisa membantu Anda menghilangkan stres, seperti yoga, meditasi, atau taichi. - Berolahraga
Olahraga secara rutin bisa membantu Anda mengurangi stres, bahkan hal ini juga dapat mengalihkan pikiran Anda. - Tidur
Pola tidur yang cukup membuat tubuh Anda lebih bugar dan kesehatan pun terjaga.





