Rabu, H / 17 April 2024

Kunjungan ke Pabrik Genteng dalam Rangka Penerapan P5 Kurikulum Merdeka

Selasa 13 Sep 2022 15:43 WIB

Reporter :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. Pribadi Erni Fitriyah

                                                                                                                                   Oleh: Erni Fitriyah


ESQNews.id, JAKARTA - P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) adalah salah satu program dalam Kurikulum Merdeka. Manfaat yang dapat diperoleh di antaranya, peserta didik memiliki ruang dan waktu untuk mengembangkan kompetensinya, memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam, serta memperkuat karakter Profil Pelajar Pancasila. P5 sendiri memiliki berbagai macam tema, di antaranya Bhinneka Tunggal Ika, Kewirausahaan, Kearifan Lokal, dan lain-lain.


SMP Muhammadiyah 5 Karanggeneng pada hari Kamis tanggal 8 September 2022, mengadakan kunjungan ke Pabrik Genteng yang berlokasi di desa Karanggeneng Lamongan. Kegiatan tersebut sebagai penerapan P5 dengan tema Kewirausahaan. Yakni bermakna proses menciptakan sesuatu yang bernilai tambah (ekonomi). Di pabrik tersebut, guru dan siswa menemui 3 karyawan (pengrajin) yang sudah mahir. Para siswa dan guru dapat menggali informasi yang berguna serta praktek langsung cara pembuatannya.


Pertama, para pengrajin menyiapkan tanah liat yang diambil dari bantaran Bengawan Solo dengan cara dicangkul. Selain itu juga menyiapkan kayu bakar sebanyak-banyaknya untuk proses pembakaran. Setelah tanah yang diambil tadi sudah lembek, barulah diselep menggunakan mesin penggiling hingga halus. Kemudian dibentuk kotak-kotak seperti balok yang siap untuk dicetak menjadi genteng. Cara mencetaknya sendiri juga butuh kecakapan, tidak boleh asal-asalan jika menginginkan hasil yang sempurna.




Cara mencetak yang pertama, ambil satu balok tanah liat yang sudah siap dicetak, lalu letakkan atau hempaskan di papan logam atau besi yang sudah dibaluri minyak solar. Kemudian angkat kembali dan taruh di tempat cetakan sambil ditekan, lalu tutup cetakan dengan keras agar tanah dapat membentuk. Setelah itu, pegang atau dorong alat penekannya dengan kuat, lalu bersihkan sisa-sisa tanah yang keluar dari cetakan dan genteng siap diambil untuk dikeringkan.


Genteng yang telah dicetak sempurna dikeringkan selama sehari tergantung cuaca panasnya. Lalu dilanjut proses pembakaran dengan cara penguapan dari api selama tiga hari tiga malam, yang diperkirakan 1.000 biji dapat menghabiskan kayu 1 rit, hingga genteng berubah menjadi warna merah dan siap dipasarkan ke para konsumen yang membutuhkan.


<more>


Genteng itu sendiri ada dua macam, yakni Mantili dan Pres. Namun bahan dasar yang digunakan sama, hanya saja cetakannya yang berbeda. Genteng Mantili perbiji seharga 1.700 sedangkan yang genteng Pres perbiji seharga 1.500 rupiah. Dan biasanya, tiap pengrajin bisa menghasilkan 300 hingga 400 biji perharinya.


Erni Fitriyah, tinggal di Desa Takerharjo, Solokuro, Lamongan. Guru SMP Muhammadiyah 5 Karanggeneng.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA