ESQNews.id, JAKARTA – Sudah ditetapkan Permendikbud Nomor 51
tahun 2018 dalam penggunaan 3 jalur PPDB 2019 yaitu Jalur Sistem Zonasi (± 90%),
Jalur Prestasi (± 5%), dan Jalur Perpindahan Orangtua/Wali (± 5%).
Orangtua akan melakukan apa saja yang terbaik untuk anaknya,
termasuk memperjuangkaan buah hatinya dalam memilih fasilitas belajar (Sekolah).
Menurut kumparan.com ada beberapa kisah perjuangan baik orangtua maupun para siswa itu sendiri, diantaranya:
. Para orangtua rela tidur di trotoar depan SMP Negeri 2 Purworejo
salah satu sekolah favorit di Jawa Tengah. Berharap dengan cara seperti itu
anak mereka masuk kuota zona tanpa harus melewati jalur prestasi.
. Adapun info dari tetangga Jakarta yaitu kota Depok bahwa peserta yang antri mencapai 500 nomor bahkan ada yang membuka jasa penitipan nomor antrian agar lebih disiplin.
. Di Pemprov
Sulawesi Selatan para siswa bebas dalam memilih
SMA/SMK Negeri yang diinginkannya. Ada syarat khusus bagi yang ingin mencoba jalur ini yaitu harus menghafal 10 juz didalam Al-Quran.
Dan masih banyak kisah perjuangan lainnya. Namun hal apapun pasti ada pro dan kontranya, termasuk ada ratusan wali murid yang tergabung dalam
Komunitas Orang Tua Peduli Pendidikan Anak (KOMPAK) menggelar aksi protes dan
meminta pemerintah menghentikan proses PPDB karena alasan tertentu.
Akan tetapi apapun hasilnya yang terpenting sudah memaksimalkan untuk berusaha (ikhtiar) yang diiringi dengan doa.