Oleh: Mushlihin (Guru SMPN
Karanggeneng Lamongan)
ESQNews.id, JAKARTA - Sepulang pengajian dan jamaah isya, istri menghidangkan makan. Menunya nasi putih. Lauk pauknya ayam dan tempe penyet serta sayurnya daun kenikir dikukus. Rasanya 'maknyus.' Sebuah istilah untuk menggambarkan nuansa makanan yang lezat sekali. Sebabnya pas lapar dan untuk kali pertama.
Kenikir (cosmos caudatus) adalah jenis sayuran yang biasanya dimakan langsung sebagai lalapan. Sebelum mengonsumsi, sebaiknya dicuci terlebih dahulu untuk mencegah bakteri yang kemungkinan masih menempel. Lebih dari itu rebuslah daun kenikir pada air yang telah mendidih. Jangan terlalu lama dibiarkan di dalam air. Cukup beberapa menit saja dan segera angkat.
<more>
Sebagai obat mujarab, tentu rasanya agak pahit. Alasannya mengandung absinthin dan anabsinthin. Artemisinin akan berikatan dengan kandungan iron yang tinggi dalam suatu sel kanker yang diakibatkan radikal bebas, dan akan berakibat sel kanker menjadi mati.
Begitulah yang saya peroleh dari berbagai sumber. Sebagaimana QS. Ali Imran 191, “Rabbana ma khalaqta hadza bathila (Ya Allah, Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia)."

