“The only thing that will make you happy is being happy with
who you are, and not who people think you are”
ESQNews.id, JAKARTA – Be Happy? Bahagia? Siapa yang tak mau merasakannya? Semua pasti ingin bahagia bukan? Terkadang rasa bahagia diciptakan oleh diri sendiri bukan orang lain. Karena yang paling tahu kita, ya diri kita sendiri. Yang tahu keadaan, kondisi, rasa, hanya kita yang mengetahuinya.
Maka sebenarnya, yang bisa mengontrol diri kita siapa? Diri kita bukan? Namun, sebelumnya pahami dan kenali 4 hormon yang dihasilkan oleh tubuh ketika merasakan kebahagiaan, yaitu: Endorfin, Dopamin, Serotonin, dan Oksitosin.

<more>
Penting bagi kita untuk memahami hormon-hormon ini, akan dihasilkan ketika seseorang mencapai rasa bahagia melalui aktivitas, berikut penjelasan hormon tersebut menurut @get_repost pada (26/11):
- Endorfin
Ketika kita berolahraga, tubuh melepaskan Endorfin. Endorphin membantu tubuh mengatasi rasa sakit. Menikmati berolahraga karena Endorfin ini akan membuat bahagia. Juga tersenyum dan tertawa adalah cara lain yang baik untuk menghasilkan Endorfin. - Dopamin
Dalam perjalanan hidup kita, kita menyelesaikan banyak tugas kecil dan besar, melepaskan berbagai tingkat Dopamin. Ketika kita merasa pekerjaan dan tanggungjawab kita dapat diselesaikan dengan baik, maka kita merasa puas dan baik, karena itulah tubuh melepaskan Dopamin secara optimal. Begitu pula sebaliknya. - Serotonin
Dilepaskan ketika kita bertindak dengan cara yang bermanfaat bagi orang lain. Ketika kita membantu orang lain, tubuh akan melepaskan Serotonin. Bahkan ketika kita menggunakan waktu kita yang berharga untuk membantu orang lain. - Oksitosin
Dilepaskan ketika kita menjadi dekat dengan manusia lain. Ketika kita memeluk buah Hati, Suami/istri, sahabat atau keluarga kita, Oxytocin akan dilepaskan optimal. Demikian pula, ketika seorang Ibu menyusui anaknya dengan penuh kasih sayang dan keikhlasan. Sejumlah besar hormon oksitosin dilepaskan.





