Oleh: Ridwan S
ESQNews.id, JAKARTA - Rasulullah SAW bersabda: “Jangan kalian membuat takut (meneror) diri kalian sendiri padahal sebelumnya kalian dalam keadaan aman.”
Para sahabat bertanya: “Apakah itu wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Itulah utang!” (HR. Ahmad)
Penjelasan:
1) Kebiasaan suka berutang membuat seseorang tidak tenang hidupnya bahkan bisa terhina di mata manusia.
Sebelumnya hidupnya tenteram karena qana’ah dan menerima apa yang telah Allah rezekikan, tetapi setelah ia mudah berutang, hidupnya tidak tenang dan takut (meneror) dirinya sendiri:
“Aku wasiatkan kepada kalian agar tidak berutang, meskipun kalian merasakan kesulitan, karena sesungguhnya utang adalah kehinaan di siang hari kesengsaraan di malam hari, tinggalkanlah ia, niscaya martabat dan harga diri kalian akan selamat, dan masih tersisa kemuliaan bagi kalian di tengah- tengah manusia selama kalian hidup.” (Umar bin Abdul Aziz);
2) Orang yang punya kebiasaan berutang, akan mudah terjerumus dalam kebiasaan berbohong dan berdusta, bahkan sering tidak amanah:
“Mengapa engkau sering kali berlindung kepada Allah dari utang?” Rasulullah menjawab: “Sesungguhnya, apabila seseorang terlilit utang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkari.” (HR. Bukhari dan Muslim);
<more>
3) Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk berdoa dari sifat suka berutang:
“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, aku berlindung kepadamu dari fitnah al-Masih Ad-Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan fitnah mati. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan utang.” (HR. Bukhari dan Muslim);
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan utang dan penindasan orang.” (HR. Bukhari)
Bahan bacaan:
https://muslim.or.id/44580-kebiasaan-berutang-membuat-tidak-tenang-dan-terhina.html





