Senin, H / 02 Februari 2026

KDM Ajak Mahasiswa Teknik dan Siswa SMK Awasi Proyek Infrastruktur di Jabar, Gaji Pengawas Muda Rp250 Ribu/Hari

Senin 01 Dec 2025 11:19 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: Infomjlk

ESQNews.id, JABAR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), meluncurkan kebijakan inovatif untuk mengatasi masalah kompetensi konsultan dalam pembangunan infrastruktur. 


KDM menyoroti bahwa seringkali konsultan yang terlibat dinilai kurang cakap dan sudah tua, sehingga menghambat kemajuan proyek.


Sebagai solusi, Pemda Provinsi Jabar akan melibatkan secara langsung mahasiswa jurusan teknik sipil dalam proses pengawasan pembangunan infrastruktur di Jabar.


“Saya melihat kemajuan pembangunan selalu masalahnya konsultan-konsultannya tidak mengerti… orang-orang yang tidak begitu capable,” ujar KDM usai acara Jabar Econovation, Rabu (19/11/2025).


Selain pengalaman berharga, para mahasiswa pengawas ini tidak akan bekerja sukarela. Mereka dijanjikan honorarium harian sekitar Rp250.000.


KDM berharap honor ini dapat menjadi uang saku tambahan yang meringankan beban biaya kuliah orang tua mereka.


Pemdaprov Jabar dijadwalkan meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi pekan depan untuk merealisasikan rencana ini, di mana masih ada pekerjaan infrastruktur senilai kurang lebih Rp300 miliar jelang akhir tahun 2025.


Libatkan Siswa SMK Lewat Tugas Matematika

Tak hanya mahasiswa, KDM juga meminta sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk terlibat. 


Siswa SMK akan diarahkan untuk menjadikan pekerjaan fisik bangunan sebagai tugas mata pelajaran matematika mereka.


Mereka akan menghitung langsung detail konstruksi, seperti panjang, lebar, volume pasir dan semen, hingga jumlah dan diameter batang besi yang digunakan. 


Keterlibatan ini bertujuan menjadikan pendidikan di SMK lebih aplikatif dan relevan dengan dunia kerja. [infomjlk]


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA