ESQNews.id, JAKARTA - Baju baru sudah siap… tapi bagaimana dengan hati kita?
Takbir sebentar lagi berkumandang. Baju baru telah disiapkan, rumah mulai dibersihkan.
Namun ada satu hal yang sering terlupa, meringankan hati.
Sebulan penuh kita belajar menahan lapar, menahan amarah, dan menahan keinginan.
Tetapi ada satu latihan yang sering terlewat: memaafkan dengan sepenuh hati.
Luka lama masih disimpan. Kata-kata yang menyakitkan masih diingat. Nama-nama yang pernah mengecewakan masih dijaga jaraknya.
Padahal memaafkan bukan berarti melupakan, dan bukan pula membenarkan kesalahan.
Memaafkan seperti membersihkan kaca.
Dunia di luar mungkin tetap sama, tetapi cahaya yang masuk menjadi lebih terang.
Ramadhan mengajarkan bahwa yang paling berat bukan menahan lapar, tetapi melepaskan dendam.
Memaafkan adalah keberanian untuk menurunkan pedang, saat sebenarnya kita mampu menyerang.
Dan Idul Fitri adalah kemenangan.
Pemenangnya adalah mereka yang memilih memaafkan.