Kita semua lahir dengan jiwa, tapi seringkali jiwa itu menjadi tertekan di bawah tantangan hidup, kekerasan, penyiksaan, dan kelalaian.
ESQNews.id, JAKARTA - Mungkin orang tua kita mengalami depresi. Mungkin mereka tidak sanggup mencintai kita tanpa memandang bagaimana pencapaian kita di dunia ini. Mungkin kita masih menderita karena luka batin, luka hati.
Mungkin kita merasa bahwa beberapa hubungan kita tidak berakhir dengan baik sehingga kita merasa tidak tuntas. Bagi Jane Fonda, situasi tersebut terjadi pada ulang tahunnya yang ke-60.
“Bagaimana saya harus menjalaninya? Dan saya sadar, untuk tahu ke mana arah saya, saya harus tahu di mana saya pernah berada. Jadi saya kembali dan melihat siapa saya sesungguhnya, bukan bagaimana perkataan atau perlakuan orang tua dan orang lain tentang diri saya. Tapi siapa saya?,” tuturnya.

<more>
Cara yang ditemukan oleh Jane Fordan menurut psikolog mendapatkan sebutan “melakukan tinjauan hidup”. Yang artinya bisa memberikan makna, kejelasan, dan arti baru dalam hidup seseorang.
“Anda akan menemukan banyak hal yang pernah Anda pikirkan adalah salah Anda, banyak hal yang Anda sering pikir tentang diri Anda sendiri, sebenarnya tidak ada hubungannya dengan Anda. Itu bukan salah Anda, Anda baik-baik saja. Dan Anda mampu untuk kembali dan memaafkan mereka lalu memaafkan diri sendiri. Anda mampu untuk membebaskan diri Anda dari masa lalu Anda. Anda bisa berusaha untuk mengubah hubungan dengan masa lalu Anda,” ucap Jane dalam video TEDXwomen pada 2011.

Secara kebetulan Jane menemukan buku berjudul "Manusia mencari Arti Hidup" karangan Viktor Frankl. Viktor Frankl adalah Psikiater Jerman yang pernah hidup dalam barak konsentrasi Nazi selama lima tahun.
Dia menuliskan: "Semua hal dalam hidup Anda bisa diambil dari Anda kecuali satu hal, kebebasan Anda untuk memilih bagaimana Anda akan menanggapi keadaan yang ada. Ini adalah hal yang menentukan kualitas hidup yang selama ini kita jalani, bukan dari apakah kita kaya atau miskin, terkenal atau tidak, sehat atau sakit. Apa yang menentukan kualitas hidup kita adalah bagaimana kita terhubung dengan kenyataan ini, arti apa yang kita berikan padanya, perilaku apa yang kita lekatkan pada hal itu, keadaan pikiran bagaimana yang bisa memicu hal itu."




