Senin, H / 02 Februari 2026

Jaksa Grand Why Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu 12 Aug 2023 15:36 WIB

Reporter :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, BOGOR - Badan Diklat Kejaksaan Agung RI membuka Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa Angkatan LXXX (80) Gelombang II Tahun 2023 dengan tema "Jaksa BerAKHLAK untuk Indonesia Maju" di Grand Cempaka Resort, Megamendung, Bogor.

Kegiatan outbond dan Pendidikan & Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) berlangsung selama tiga hari pada tanggal 11 - 13 Agustus 2023 dan diikuti oleh 320 peserta jaksa muda.

Turut mengundang di dalamnya yakni Kapus Diklat Teknis Fungsional (DTF), Kabid Penyelenggara Diklat Teknis Fungsional (DTF), Kabid Program dan Evaluasi Pusdiklat Diklat Teknis Fungsional (DTF), Kabid Pengendalian Sentra Diklat Pusdiklat Diklat Teknis Fungsional (DTF) serta Para Kasubid dan Kasubbag.





Adanya perhelatan ini bertujuan untuk memotivasi para jaksa muda (pembentukan seorang staff menjadi seorang pejabat fungsional Jaksa) untuk mengemban tanggung jawab dengan baik, menjalankan tugas sepenuh hati mengabdi untuk negara, dan dapat mengambil keputusan dengan baik saat proses pengadilan. Menjadi Jaksa yang memegang teguh nilai BerAKHLAK.

Dalam upaya mewujudkan tema Jaksa BerAKHLAK untuk Indonesia Maju, Badan Diklat Kejaksaan Agung RI berkolaborasi dengan ACT Consulting International untuk memberikan pelatihan seminar ESQ yang dibawakan langsung oleh Ary Ginanjar Agustian (Pendiri ACT Consulting International).

Ary Ginanjar membuka sesi seminarnya dengan menanyakan alasan mengapa peserta terdorong untuk menjadi seorang jaksa? 

Beragam jawaban hadir dari para peserta, mulai dari ingin mempunyai uang dari hasil kerja menjadi jaksa, ada pula yang ingin membanggakan kedua orangtuanya, hingga niat untuk mendirikan keadilan di negeri ini.

“Semua tergantung dari apa niat kita. Bermula dari niat. Dan secara umum, niat kita ada tiga niat jaksa muda, yakni strong why, big why, dan grand why.”


 

Ary Ginanjar menyebutkan satu per satu setelahnya, dimulai dari niat strong why yang mana mengartikan bahwa memiliki niat berdasarkan materi. Seperti ingin mendapat pekerjaan untuk bisa memiliki uang untuk makan, membeli gawai baru, untuk menikah. Yang dirasa semakin banyak memiliki uang, akan semakin banyak pula kebahagiaan yang didapat.

Dengan niat yang didorong melalui strong why, peserta berkeinginan jumlah gaji, memiliki rumah, ingin memiliki mobil dengan merek tertentu. Semua berpacu pada materi finansial saja.

Dikatakan oleh Ary Ginanjar inilah bahayanya ketika seorang jaksa berorientasi pada materi saja, niat oleh strong why saja. Akan timbul hedonisme, karena kecintaan akan materi. Hidupnya difokuskan untuk terus menambah materi. Kebahagiaannya akan didapat ketika terus menerus mendapat materi lebih, tidak cukup dengan merek A akan terus menambah ke merek B, dan seterusnya.

Tidak jauh berbeda dengan niat yang kedua yakni big why. Dorongan untuk bisa mendapatkan gelar, harga diri, ingin dihormati, disanjung, dibanggakan. Yang berbentuk secara emosional, mendapatkan gelar jaksa membuat diri berbangga hati. 

Sehingga dorongan big why tersebut juga bisa sangat berbahaya jika niat ini hadir dalam hati seorang jaksa. Yang mana niat dari big why akan menghasilkan flexing (unjuk diri). Semakin dihargai, semakin dihormati, semakin bahagia.





“Maka, perlu dipahami ketika kita salah set up diri kita akan celaka. Ucapan saya hanya akan menjadi ucapan, yang akan membuat keputusan adalah diri kalian. Maka berubahlah lebih baik jika kalian membuat keputusan.” Ary Ginanjar mengingatkan peserta untuk tidak sekedar termotivasi, namun membuat sebuah keputusan.

Keputusan mana yang akan dijadikan niat untuk menjadi seorang jaksa.

Ada tipe ketiga niat dari seorang jaksa yang disebut oleh Ary Ginanjar, yaitu grand why. Ada sesuatu yang besar bersumber dari Tuhan yang Maha Besar. Niat ini di atas finansial, di atas eksistensi, di atas harga diri. Sesuatu yang amat besar menjadi sebuah purpose dan panggilan hati bersumber dari Tuhan.

Keinginan salah satunya untuk dapat menegakkan keadilan di Indonesia, mencari ridha Tuhan yang Esa.


<more>


"Mengapa saya katakan penting memiliki meaning purpose serta berpusat pada Grand Why? Saya awalnya gak percaga teori ini, namun ketika dulu saya sejatuh-jatuhnya harta hilang, keluarga sedang tidak baik-baik saja, jabatan hancur dan lain-lain. Lalu saya coba lakukan ilmu ini (Grand Why), dampaknya luar biasa sampai sekarang. Alhamdulillah penuh kebahagiaan.

Jadi intinya, jika tidak punya grand why, akan jadi apa jaksa di Indonesia? Apabila hanya berdasar strong why, mudah saja disuap. Kita patahkan strong why dan big why. Kita jadikan jaksa grand why yang tidak bisa disogok oleh berapa besar nominal uang. Orang-orang seperti ini akan dicintai oleh negara," jelas Ary.





Ary berharap acara ini bisa menginspirasi para jaksa muda agar mengemban tanggung jawab dengan baik, membuat tuntutan hukum yang tepat dalam pengadilan, serta memegang teguh nilai kejujuran, integritas, ikhlas menjadi sebagai Jaksa Grand Why.

Para Adhyaksa Jaksa Muda juga telah berjanji untuk jujur dan ikhlas menjadi Jaksa Grand Why. Yang memegang teguh Tri Krama Adhyaksa yaitu Satya (Kesetiaan), Adhi (Kesempurnaan), Wicaksana (Bijaksana).




"Semoga tercipta Indonesia Emas 2045 dengan Jaksa Grand Why. Kita doakan Jaksa masa depan kita. Salam Jaksa Grand Why."

Tak lupa, di akhir sesi terdengar slogan yang disuarakan oleh ratusan jaksa muda, 

“Malam! Luar Biasa! Jaksa Grand Why!”




Dengan semangat baru para jaksa muda yang sudah memiliki niat grand why, visi kejaksaan RI akan tercapai yaitu menjadi lembaga penegak hukum yang profesional, proporsional, dan akuntabel.

Jaksa muda akan mengemban tanggung jawab dengan baik sesuai visi dan misi Kejaksaan RI, menjalankan tugas sepenuh hati mengabdi untuk negara, dan dapat mengambil keputusan dengan baik saat proses pengadilan.





Kepala bidang penyelenggaraan Diklat Teknis Fungsional (DTF) Dian Fris Nalle berharap dengan adanya sesi motivasi dari ESQ, peserta bisa mendapatkan tujuan acara dengan baik untuk kehidupan dan pekerjaannya di masa yang akan datang (semakin bertanggung
jawab, mengabdi untuk negara, dan meningkatkan peran jaksa secara professional).

"Output yang diharapkan pelajaran hari ini, fokus pada diri dan hati untuk tulus dengan motivasi jaksa grand why. Tujuan lebih kepada utama dari strong dan big why. Sehingga hidup hedonis dan flexing dapat ditinggalkan oleh jaksa-jaksa yang akan jadi calon pemimpin di masa mendatang."

Pria yang akrab disapa Fris berharap, "Mereka mengambil keputusan untuk tindakan lebih baik dan berfokus pada nurani. Dilantik sebagai jaksa sudah punya motivasi kuat dengan nilai moral dan integritas."

"Saya juga melihat sendiri, ratusan jaksa muda ini sangat termotivasi, euforia luar biasa senang dengan motivasi yang diberikan Pak Ary. Selaku kedinasan, kita berharap mereka jadi jaksa lebih baik dan moral integritas yang utama," tutupnya.

Lihat keseruannya di sini


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA