Senin, H / 02 Februari 2026

IPB University Jadi Kampus Pertama (Era Society 5.0 - Era Talentism ) di Indonesia Menggunakan Manajemen Talenta Berbasis AI

Rabu 17 Sep 2025 06:21 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, BOGOR - 16 September 2025 jadi hari bersejarah untuk IPB University yang resmi menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan program Talent Management (Manajemen Talenta) berbasis Artificial Intelligence (AI). Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara IPB University dan Yayasan Ary Ginanjar Agustian (Universitas Ary Ginanjar - ESQ).


Tujuan Kesepahaman bersama ini adalah meningkatkan dan mengembangkan kemampuan sumber daya antara IPB dengan Yayasan Ary Ginanjar Agustian dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.


Rektor IPB University, Prof. Arif Satria, menyampaikan bahwa penerapan Talent Management ini menjadi terobosan penting di era Society 5.0. Di momentum Dies Natalis ke-62, IPB University menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.


“IPB University didukung oleh Pak Ary Ginanjar yang sudah menyiapkan tools dalam kerangka Talent Management, sehingga kita bisa mengarahkan karier mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan berbasis pada talenta yang sudah kita identifikasi,” ujar Prof Arif.


Ia menjelaskan, perbedaan mendasar antara talent mapping konvensional dengan yang Talent Management ini adalah penggunaan AI. Teknologi atau life tools dari ESQ ini memungkinkan proses pemetaan dilakukan lebih cepat, dengan akurasi tinggi, dan berbasis data.


Menurut Prof. Arif, apabila IPB University dan perguruan tinggi lain memiliki talent pool yang baik, maka perguruan tinggi bisa menyiapkan Indonesia Emas 2045 dengan lebih maksimal. Sebab, hasil dari Talent Management berbasis pada data, bukan hanya intuisi atau feeling semata.


“Model ini bisa membantu program pengembangan kemahasiswaan, mengatasi masalah mental health, nilai mahasiswa, hingga organisasi kemahasiswaan. Saya berharap Talent Management ini bisa menjadi model yang direplikasi ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” ujarnya.


Kerja sama ini berangkat dari permasalahan besar yang sedang dihadapi dunia pendidikan dan dunia kerja di Indonesia terkait salah jurusan dan salah penempatan. Data menunjukkan bahwa 87% mahasiswa di Indonesia merasa salah jurusan, dan 74% pekerja merasa berada di posisi kerja yang tidak sesuai dengan talentanya.


Dikatakan oleh Pendiri ESQ Corp. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, dampaknya tidak main-main, banyak mahasiswa kehilangan motivasi belajar, merasa tidak berkembang, bahkan drop out. 


"Di dunia kerja, hal ini berakibat pada turunnya produktivitas, tingginya tingkat stres, hingga rendahnya loyalitas dan kinerja. Semua itu terjadi karena sejak awal, potensi dan arah hidup seseorang tidak dikenali secara akurat.


Dengan manajemen talenta berbasis AI ini, mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan dapat diarahkan secara lebih cepat, akurat dan masif sesuai dengan talentanya," ujar Ary.


Lebih lanjut, "Tidak hanya untuk memilih jurusan atau karier, tetapi juga untuk mengatasi persoalan mental health, pengembangan organisasi kemahasiswaan, hingga peningkatan prestasi akademik dengan berbasis AI.


Inilah era baru pendidikan tinggi, bukan lagi sekadar berbasis intuisi atau rasa, tetapi berbasis data akurat yang mampu memetakan bakat, kompetensi dan potensi terbaik setiap individu."


Ary Ginanjar, mengapresiasi IPB University yang menjadi kampus pertama di Indonesia yang menerapkan manajemen talenta berbasis AI. Menurutnya, kehadiran sistem ini menjawab tantangan pendidikan di era 5.0, saat personalisasi menjadi kunci. 


AI memungkinkan bukan hanya pemetaan kompetensi, tetapi juga minat dan bakat mahasiswa agar lebih tepat sasaran.


“Ini bukan lagi sekadar era reformasi 5.0, tetapi era individualisasi dan personalisasi dengan AI, di mana mahasiswa tidak hanya diketahui skill dan kompetensinya, tetapi juga minat dan bakatnya sehingga lebih matching,” kata Ary.


Ia pun berharap, langkah IPB University menjadi teladan bagi perguruan tinggi lain di Indonesia. 


“Selamat untuk IPB yang menjadi kampus 5.0 dan pionir era talentism di masa depan. Bukan lagi capitalism, tetapi talentism yang menjadi kunci menuju Indonesia Emas 2045. Dan selamat untuk IPB di Dies Natalis ke-62. Bravo IPB! IPB Digdaya!" tutur Ary.


Sebagai info, selain Prof. Arif Satria, acara hari ini dihadiri oleh Para Wakil Rektor, Sekretaris Institut Prof. Dr. Ir. Agus Purwito, M.Sc.Agr, Para Dekan Fakultas/Sekolah, Para Kepala Lembaga, Kepala Badan, Direktur Kerjasama Komunikasi dan Pemasaran serta tim ESQ.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA