Senin, H / 02 Februari 2026

Ini Penyebab Gagalnya Membangun Budaya Perusahaan

Jumat 25 Oct 2019 16:44 WIB

Author : ACT Consulting

Ilustrasi

Foto: business-standard.com

ESQNews.id, JAKARTA - Peristiwa The Global Financial Crisis (GFC) yang terjadi beberapa tahun lalu menimbulkan banyak perubahan dalam peta bisnis dunia. Kebangkrutan sebuah bank investasi terbesar keempat AS September 2008 dituding sebagai pemicu penyebab kegoncangan finansial global tersebut.

Hal itu kemudian seolah membuka mata dunia bahwa beberapa perusahaan terbesar itu ternyata tidak lebih dari penipu yang membohongi investor, nasabah, dan masyarakat dunia. Karena itulah pentingnya budaya perusahaan (corporate culture) yang berlandaskan etika dan moral makin dirasakan penting.

Namun saat ini masih banyak perusahaan yang gagal membangun budaya perusahaannya merumuskan visi, misi, dan nilainya, namun gagal sehingga mengalami kebangkrutan.

<more>

Hal itu disebabkan visi, misi, dan nilai hanya ada pada tataran konsep tanpa implementasi, hanya menjadi pajangan dan tidak keluar menjadi perilaku (behaviour).

Oleh karena itu, visi, misi, nilai tidak cukup dirumuskan secara intelektual (IQ) namun harus dikomunikasikan dan ditanamkan juga secara emosional (EQ), dan spiritual (SQ). Spiritualitas bertujuan agar visi, misi, dan value tersebut kepada belief system (sistem keyakinan) mereka.

Budaya perusahaan yang positif dan kuat dapat dibentuk hanya jika nilai dan perilaku bersamaan secara struktural diintegrasikan ke dalam sistem sumber daya manusia, khususnya proses evaluasi pribadi. Proses berbasis nilai evaluasi kinerja dan ‘kebijakan mempekerjakan’ sangat penting untuk mengembangkan budaya kuat dan positif.

Semoga bermanfaat untuk membangun culture di perusahaan Anda!

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA