ESQNews.id, JAKARTA – Kasus pelanggaraan Integritas yang sedang merebak, menjadikan turunnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada institusi. Belum lagi, maraknya korupsi yang terjadi dimana-mana. Good Corporate Governance menjadi cara menekan angka korupsi melalui kebijakan dan aturan tegas, dan hal itu dapat dimulai dari integritas kuat yang dilakukan masing-masing individu.
Sebab itu, Mahkamah Agung Corporate University gandeng ACT Consulting International (ESQ) untuk Membangun Zona Integeritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) sesuai dengan Slogan MA yaitu Integritas adalah Prioritas atau Cerdas Berintegritas.
Maka dilangsungkan “Pelatihan Integritas Dan Penguatan Anti Korupsi Tahun 2023” pada Kamis, 10 Agustus 2023 Pullman Hotel, Thamrin CBD Jakarta kepada para Eselon 2 Mahkamah Agung (MA) RI .
Perhelatan ini didukung langsung oleh Ketua MA RI, karena merasakan adanya dampak positif dari insan MA paska ikuti kegiatan Paku Integritas dari Ary Ginanjar bersama KPK. Maka, Ketua MA himbau langsung para eselon 2 nya untuk join pelatihan serupa terkait penguatan integritas dan anti korupsi dari ESQ (ACT Consulting International).
Disadari oleh MA sendiri bahwa nilai integritas itu bukan hal yang di pelajari dari luar, namun built in dalam jiwa manusia.
Mewakili Yang Mulia Ketua MA RI, Yang Mulia Ketua Muda Agama Amran Suadi menyampaikan sambutannya, lalu dilanjut pembacaan Laporan penyelenggara oleh Kepala Badan Litbang Diklat Hukum & Peradilan MA Bambang Heri Mulyono.
Adapun Pejabat Eselon 1 yang hadir yakni Kepala badan Litbang diklat merangkap jabatan sebagai Plt. Dirjen badan peradilan agama serta Dirjen badan peradilan umum merangkap jabatan sbg Plt. Dirjen badan peradilan militer dan TUN.
Dan para peserta Eselon 2 MA yang dipandu langsung oleh Founder ESQ Group Ary Ginanjar Agustian, yang juga ditemani oleh Kadernya yakni Iman Herdimansyah dan Tiko.
Dalam kesempatannya, Ary bersama tim memberikan pemahaman terkait esensi integritas dan kesediaan untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik lagi, menghidupkan 3 makna utama integritas (Congruence, Consistent, Courage), memberikan pemahaman terkait pentingnya memegang teguh intergitas dalam keseharian.
"Saya coba contohkan negara Jepang yang menjadi tertib itu bukan karena hukumnya tetapi karena perilaku santun dan disiplin. Mereka memegang teguh core values Bushido salah satunya Gi (jujur)," kata Ary.
Jadi, orang Jepang ketika melanggar Bushido lebih baik bunuh diri karena yang paling bernilai bagi orang Jepang yaitu integritas.
“Oleh karenanya, acara ini berlangsung menjadi pencerahan bagi masyarakat. Dengan wajah indah MA terjun langsung ke masyarakat di dalam pendidikan pencegahan anti korupsi," lanjut Ary.
Dengan berlangsungnya perhelatan ini menunjukkan bahwa pentingnya menumbuhkan nilai integritas dalam diri yang akan membentuk perilaku di kehidupan sehari-hari dan pekerjaan sehingga bisa membedakan perilaku positif dan negatif.
Nilai integritas juga akan membantu menghadapi tantangan baik itu dari internal maupun eksternal organisasi serta berusaha untuk memahami contoh perilaku apa saja yang membuat diri dapat konsisten menjaga nilai integritas dan cara menghadapinya ketika ada ajakan terhadap pelanggaran nilai.
Untuk menumbuhkan kesadaran dan implementasi terhadap nilai integritas, Ary Ginanjar membagikan bahwa korupsi terjadi karena ada perkalian dari niat dan kesempatan. Maka penting untuk mengetahui niat dalam diri masing-masing.
“Saya akan bagikan bagaimana melakukan manajemen niat, ada tiga niat. Yang pertama strong why yakni orang yang bekerja dengan orientasi mendapatkan materi sehingga pedulinya sebatas kesejahteraan ekonomi sematai. Kedua big why, dengan tujuan mencari harga diri, membutuhkan pengakuan, pangkat.
Yang ketiga, inilah grand why. Tujuan utama pada pengabdian. Dan inilah yang membedakan.” Jelas Ary Ginanjar, Pendiri Menara 165 itu.
Ary melanjutkan, “Jadi, ketika niatnya sudah salah, niatnya hanya berada sampai di strong why dan big why, maka kesempatan untuk korupsi datang, sudah habis semuanya.”
Kemudian bisa pula dilihat dari teori belief system. Yang mana banyak hal mampu mengubah mindset dengan contoh iklan rokok yang mengubah mindset bahwa merokok itu adalah jantan bukan sakit paru-paru.
Inilah yang terjadi di Indonesia bahwa hedonisme yang disebabkan oleh terfokuskan niat pada strong why, dan flexing yang lahir dari fokusnya niat pada big why, merubah mindset dan menjadi konsep penanaman yang salah sehingga lahir korupsi.
“Kisah Jepang yang menjadi disiplin karena meningkatkan kualitas manusia mulai dari hakim, jaksa, advokat, atau rakyat biasa. Integritas menjadi harga mati bagi mereka sehingga masuk dalam belief system mereka.” Ujar Ary Ginanjar.
Maka sudah sepatutnya melahirkan banyak manusia yang tidak lagi sekedar fokus pada strong dan big why, namun dalam grand why. Membentuk konsep integritas.
"Mudah-mudahan acara ini bisa jadi titik perubahan MA. Jadi masuk MA niatnya harus dari grand why dulu. Hidup yang sudah selesai itu adalah yang sudah ketemu meaning and purpose, ketemu grand why-nya. Namun MA juga tentu perlu dukungan masyarakat untuk junjung tinggi nilai integritas," tutup Ary.
Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil MA RI Bambang H Mulyono menyetujui apa yang dijelaskan oleh Ary Ginanjar, bahwa tidak hanya MA yang membentuk konsep integritas, namun seluruh masyarakat ikut berkontribusi dan menjadi agen atas perubahan anti korupsi.
"Kenapa kita seringkali menonjolkan untuk tetap membangun karakter baik, perilaku yang bisa dijadikan bukti bahwa menunjukkan kualitas integritas, moralitas mulia, bahkan di tempat MA ada satu slogan, integritas adalah prioritas atau cerdas berintegritas, artinya kita mengutamakan supaya punya integritas.
Dinilai penting tingkatkan integritas, maka ESQ dengan MA bekerjasama lagi. Saya senang sekali bisa saling mengingatkan teman-teman Eselon 2 di MA RI, ini bukan sekedar pelatihan tapi belajar bersama mengenai meningkatkan integritas dan menguatkan anti korupsi bekerja sama dengan ESQ. Dan sebagian peserta ini adalah alumni ESQ.

Ada 3 why yang selalu diajarkan Pak Ary, strong why, big why dan grand why. Untuk grand why itu mengutamakan kekuatan integritas menjadi kekuatan pertama. Kita ajarkan di berbagai pelatihan hakim etik itu lebih utama daripada ilmu.
Etik berkaitan dengan integrity, kalau sekedar berilmu, iblis pun punya ilmu. Kita harus terus sampaikan kepada teman-teman aparatur di pengadilan, para hakim bahwa kita harus berupaya untuk menjaga integritas yang baik.
Ini adalah upaya kita meningkatkan moral dan mentalitas supaya terus bisa meningkatkan visi dari MA suatu peradilan yang agung, ini tujuan kita bersama.
Kalau semua pejabat memberikan contoh baik, perilaku baik dan bersikap anti korupsi, kita berharap MA ke depan bisa mewujudkan kualitas kemuliaannya keagungannya.
Terima kasih tim ESQ dan terus lakukan kerjasama dalam upaya meningkatkan moralitas untuk menjaga integritas untuk menjaga kemuliaan kita bersama. Dan ini bukan kegiatan pertama, saya berharap akan berlanjut," tutup Bambang.
Di akhir sesi, para peserta terlihat antusias paska mengikuti pelatihan ESQ meskipun sudah bergabung dari pagi hingga malam.

Ahmad Jufri (Sekretaris Dirjen MA)
"Dengan kegiatan selama satu hari kami bisa menemukan apa makna integritas sesungguhnya, dikaitkan dengan resistensi keberadaan kita di MA ini terutama. Kita menemukan apa yang harus kita lakukan, seberapa peran untuk kita beri kontribusi pada MA sehingga betul-betul mewujudkan peradilan yang agung untuk semua itu tidak lepas dari peran kita semua terutama para pimpinan sampai eselon 3.
Mewujudkan peradilan agung, hari ini kami betul-betul diarahkan, dibimbing bisa menemukan jati diri kita sebagai insan yang tentu saja tidak banyak menuntut, tapi apa yang bisa kita berikan pada bangsa dan negara."

Nuratia (Sekretaris Pengadilan Militer Utama)
"Sangat merasakan manfaat dari materi yang disampaikan oleh Pak Ary dan tim, menyadarkan kembali bahwa kejujuran dan integrtias adalah hal paling utama, karena manusia akan mati dan diadili.
Dimanapun kita berada, Allah akan melihat, Allah tidak tidur. Kami saat ini di level eselon 2 punya atasan dan bawahan, mengingat bahwa kematian ada dan kejujuran itu penting untuk menunjang aparatur keadilan.
Kita akan sadar tidak ada celah sedikitpun untuk berbuat tidak baik. Kejujuran atau integritas adalah hal utama untuk mencapai visi misi MA yang betul-betul agung. Kita disadarkan kembali bahwa kinerja kita yang utama adalah tuntunan dari Allah. Harapannya semoga berlanjut kegiatan bersama ESQ, agar teman-teman kami yang lainnya mendapatkan ilmu ini."

Arif Hidayat juga katakan, "Materi sangat menginspirasi dan padat, sebagai sekretaris kebetulan saya juga founder dari zona nyaman, ini menginspirasi kita semua, sempat bertukar buku dengan Pak Ary, di sela obrolan sharing membedah buku bersama. MA luar biasa terhadap pelatihan ini, semoga materi ini bisa terus ditingkatkan dengan penguatan integritas sehingga kita bisa bekerja dengan jalur yang benar."

Dilanjutkan oleh Muchtar yang menyampaikan, "Mulai dari jam 8 pagi sampai malam kami tetap bersemangat mengikuti acara yang dipandu oleh Pak Ary dari ESQ, dengan materi sebaiknya ditingkatlanjuti lagi, selalu memberikan materi-materi yang membuat terasa takut dan bisa ngerem jika ada pengaruh negatif dari luar.
Materi yang diberi Pak Ary sangat bermanfaat utamanya tadi meneteskan air mata, sebaiknya kita harus temukan meaning and purpose dulu agar kita melangkah dapat mengontrol diri, bijaksana dalam bertindak, tidak semena-mena dengan yang di bawah kita.
Kami doakan tim ESQ selalu diberikan kesehatan agar kami tetap diberikan materi-materi berguna dan bermanfaat. Semoga teman-teman hari ini bergembira menerimanya, dan dipraktekkan dalam lingkungan sehari-hari."




