Jumat, H / 17 April 2026

I’TIKAF BAGI WANITA

Rabu 11 Mar 2026 13:30 WIB

Author :Kontributor

Ilustrasi

Foto: Insert Live

ESQNews.id, JAKARTA - Topik: Rukun Islam ke 4 Puasa (Fikih Puasa). Aisyah RA berkata: 


“Ketika Rasulullah menyampaikan akan ber-i’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, ia segera meminta izin kepada beliau untuk ber-i’tikaf dan Rasulullah SAW mengizinkannya. (HR. Al-Bukhari no. 2045 dan Muslim no. 1172)


Dalam riwayat lain, ‘Aisyah berkata:


“Rasulullah SAW selalu ber-i’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan hingga beliau wafat. Sepeninggal beliau, istri-istri beliaupun melakukan i’tikaf.” (HR. Al-Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)


Penjelasan:


1) Wanita tidak boleh ber-i’tikaf, kecuali setelah mendapat izin dari suaminya;


2) Apabila i’tikaf yang dilakukan istrinya adalah i’tikaf sunnah, maka suaminya boleh memintanya membatalkan i’tikaf, tetapi jika yang dikerjakan adalah i’tikaf wajib, maka suaminya tidak dapat membatalkan i’tikaf-nya;


3) I’tikaf hanya boleh dilakukan di dalam masjid, tidak boleh ber-i’tikaf di ruang shalat yang ada di rumahnya (Al-Mughala, 5/193): “Sedang kamu beri’tikaf di dalam masjid.” (QS. Al-Baqarah : 187)


4) Wanita yang ber-i’tikaf di masjid harus dalam ruang tertutup dan sebaiknya mereka tidak saling melihat dengan kaum laki-laki;


5) Sibuk dengan ketaatan kepada Allah Ta’ala, seperti shalat, membaca Alquran, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan istigfar (memohon ampun), membaca shalawat (yang dicontohkan), berdoa, dan bentuk ketaatan lainnya;


6) Boleh keluar jika mendesak, tapi jika ia meninggalkan tempat i’tikaf tanpa keperluan yang jelas maka i’tikaf-nya batal;


7) Tidak boleh bercumbu dengan suaminya, meskipun hanya menciumnya atau selainnya. “Dan janganlah mencampuri mereka, sedang kamu ber–i’tikaf di dalam masjid.” (QS. Al-Baqarah : 187);


8) Dibolehkan menyentuh suami, tanpa disertai syahwat, seperti membasuh kepala, menyisir rambut, atau memberi sesuatu padanya;


9) Wanita yang mengalami istihadah boleh ber-i’tikaf jika ia dapat menjaga kebersihan masjid;


10) Boleh temui suami di tempat i’tikaf;


11) Tetap boleh dilamar atau dinikahi, yang terlarang adalah berhubungan badan.

 

ONE DAY ONE HADITS

Oleh: Ridwan S./Rabu, 11 Maret 2026/21 Ramadhan 1447


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA