Senin, H / 02 Februari 2026

Gerakan Terorisme Target Remaja

Selasa 28 Aug 2018 09:00 WIB

Singgih Wiryono

Remaja dan Terorisme (Ilustrasi)

Foto: Grancursosonline

Remaja menjadi target karena merupakan komponen strategis, memiliki etos perjuangan melawan penindasan


ESQNews.id, JAKARTA – Pakar pendidikan dan politik Timur Tengah Muhammad AS Hikam mengatakan pemuda, khususnya remaja, menjadi target penting gerakan terorisme. Hikam memetakan beberapa alasan, pertama, pemuda adalah komponen strategis gerakan.


“Sekarang yang dicari pemuda, remaja, bahkan anak, karena kondisi mereka ideal bagi pengembangan ideologi radikal,” ujar Hikam dalam diskusi “Penanggulangan Penyebaran Paham Radikal pada Remaja Guna Mencegah Terorisme” di Jakarta, Senin (27/8).


Alasan lainnya, menurut mantan Menteri Pendidikan RI 1999-2001 ini, pemuda memiliki etos perjuangan melawan penindasan, baik berskala lokal maupun global. Menarik anak muda dalam gerakan, kata Hikam, akan sangat mudah dengan iming-iming idealisme melawan ketidakadilan.


Penetrasi ideologi teror itu, ujar Hikam, tak diajarkan lewat pendidikan konvensional, melainkan nonkonvensional, bahkan lewat media sosial.


Hikam juga mengatakan umumnya pemuda atau remaja yang tergaet gerakan ekstrem adalah mereka yang baru mengenal agama dan ingin tampil sebagai sosok religius. Mereka, kata Hikam, menemukan hal baru dari gerakan ekstrem itu sebagai ajang eksistensi diri.


Hikam juga mengatakan gerakan ekstrem dengan bendera Islam tidak mengenal batas geografis, tidak sekadar lokal tapi terkait gerakan transnasional.


“Mereka tak sekadar membangun negara islam, tapi imperium internasional,” kata Hikam.


Oleh karena itu, Hikam menyarankan agar kontra-radikalisme tak sekadar program, tapi menjadi gerakan nasional. Terutama untuk generasi muda, lewat pendekatan budaya, humanism dan komunikatif.



Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA