ESQNews.id, JAKARTA – Dalam beberapa tahun terakhir, kategori oleh-oleh khas Malang berkembang jauh melampaui produk pia. Merek lintas jenis produk seperti strudel, olahan telo, keripik tempe, keripik buah, dan cokelat khas Malang kini bersaing untuk kebutuhan yang sama, yaitu buah tangan untuk keluarga, rekan, dan kolega.


Jakpat melakukan riset untuk mengetahui persaingan merek oleh-oleh khas Malang. Laporan ini melibatkan 100 responden yang aktif mengambil keputusan pembelian.
Merek Populer Masih Kuasai Pasar Oleh-Oleh Malang
Dalam tiga bulan terakhir, Pia Cap Mangkok memimpin pasar dengan 54% responden yang membeli oleh-oleh khas Malang ini. Buah tangan lain yang juga dibeli adalah Malang Strudel (51%) dan Bolu Malang Singosari (39%). Sejumlah responden juga membeli Keripik Tempe Sanan (36%) dan DeKonco (15%).
Lead Researcher Jakpat, Farida Hasna, menilai bahwa meskipun pilihan oleh-oleh makin beragam, konsumen tetap cenderung memilih merek yang sudah mereka kenal.
“Di kategori oleh-oleh yang semakin beragam, konsumen punya banyak pilihan untuk menemukan produk yang sesuai. Namun, familiaritas terhadap sebuah merek tetap punya peran penting.
Pia Cap Mangkok menjadi salah satu contoh bagaimana merek yang sudah lekat dengan suatu daerah tetap memiliki tempat di tengah semakin banyaknya pilihan,” terang dia.
Lebih spesifik, responden pria lebih dominan membeli Pia Cap Mangkok (60%), sementara wanita sedikit lebih mengungguli pria dalam pembelian Malang Strudel (52%).
Gen X dan Gen Z sama-sama menjadikan Pia Cap Mangkok sebagai pilihan utama mereka (masing-masing 67% dan 47%), sedangkan kelompok Milenial lebih cenderung memilih Malang Strudel (60%).
Pia Cap Mangkok Paling Sering Dibeli Pembeli Oleh-Oleh Malang
Survei Jakpat juga menunjukkan Pia Cap Mangkok menjadi juara dalam kategori oleh-oleh khas Malang yang paling sering dibeli dengan persentase 38%. Selanjutnya ada Malang Strudel (27%), Bolu Malang Singosari (15%), dan Keripik Tempe Sanan (11%) dengan selisih cukup jauh.
Pia Cap Mangkok menjadi merek yang sangat mendominasi di kalangan pria (44%), sementara responden wanita terbagi seimbang antara Pia Cap Mangkok dan Malang Strudel yang masing-masing mencatatkan porsi 33%.
Sementara, Gen Z (48%) dan Gen X (39%) paling sering membeli Pia Cap Mangkok sebagai oleh-oleh utama mereka, sedangkan kelompok Milenial lebih didominasi oleh pembeli Malang Strudel (42%).
Bagaimana dengan kepuasan merek oleh-oleh khas Malang? Apa saja alasan memilih merek oleh-oleh khas Malang? Dapatkan hasil detailnya dalam laporan Jakpat “Merek Oleh-Oleh Khas Malang Favorit” pada tautan berikut: https://insight.jakpat.net/

