ESQNews.id, JAKARTA – Kaum muslim pasti
tak asing dengan yang namanya Mushaf, artinya adalah sebuah lembaran-lembaran
tulisan. Ibnu Habib mengutip
Mushaf adalah seluruh ayat Al-Quran, atau satu juz, atau selembar, asalkan
ditulis di atas bagian dari ayat Al-Quran, baik ditulis pada batu (lauh) atau
lainnya.
Pada saat morning briefing pekan lalu, Hariyo Puguh menyampaikan
“Selama ini gerakan menghafal ayat Al-Quran menggunakan
mata dan menggunakan telinga. Tapi dengan cara menuliskan termasuk aktifitas
yang langka. Padahal dengan menuliskan ayat Al-Quran maka tangannya akan merasa
punya tanggung jawab, kulitnya, tulangnya, dan itu akan mempengaruhi jiwa. Di hari
kiamat nanti, mulut kita ditutup yang berbicara contohnya adalah tangan. Nah ini
alasannya mengapa perlu mushaf Al-Quran, agar tangan kita bertanggung jawab apa
yang telah dia lakukan yang mudah-mudahan banyak hal positifnya termasuk menulis Mushaf Al-Quran,” paparnya.
“Pada saat menulis membuat ingatan kita kuat, karena apa yang ditulis akan masuk ke otak kanan. Dan salah satunya kita mengambil barakah dari kenangan ini kalau kita menulis al-Quran niscaya ada Barakah,” jelas Dr. H.C Ary Ginanjar Agustian, Founder ESQ Leadership Center.
Untuk itu ESQ membuat Mushaf Tulis Al-Quran sebagai penguat hafalan dan belajar menulis dalam 3 jilid berisi 30 juz dengan
kertas QPP (Quran Paper Premium). Mushaf Tulis ini juga sangat direkomendasikan
untuk anak-anak para siswa / santri untuk pembelajaran menulis ayat AlQuran, karena dibagi menjadi 3 buku @10 juz. Jika mau berlatih dan mudah dibawa
kemana-mana ESQ meluncurkan Juz Amma dengan cover yang di design semenarik mungkin demi memikat hati para anak-anak.



