ESQNews.id, JAKARTA – Biasanya kalau sarapan itu dengan apa? Bubur, Nasi uduk, Nasi kuning, dan makanan berat lainnya. Makan pagi atau sarapannya orang Indonesia biasanya yang berkalori tinggi. Ada juga yang tipe makannya ‘disatukan’ pagi dan siang, agar rasa kenyangnya bertahan lama.
Menurut dokter Saptawati Bardosono, dalam acara televisi DR. OZ Indonesia, mengatakan bahwa sarapan harus terdiri dari berbagai jenis makanan dengan panduan yang dapat di sebut piramida makanan.
Sarapan luar biasa pentingnya, mengapa? “Kita tidak boleh meninggalkan sarapan, karena kita kan semaleman tidur gak makan, seperti puasa. Jadi sarapan itu seperti istilahnya buka puasa. Menambah energi, bahan bakar, untuk beraktivitas,” lanjutnya.

<more>
Lalu, bagaimana dengan orang yang tidak biasa sarapan pagi?
“Itu yang bahaya, nanti kan kita lapar dan merasa balas dendam makannya atau over. Menyebabkan kegendutan, penumpukan lemak. Kemudian akibatnya suasana hati atau mood menjadi tidak happy. Gak bisa konsentrasi, gak fokus,” papar sang dokter spesialis gizi itu.
Nah, bagaimana sarapan yang tepat itu?
- Jika harus memilih dibandingkan nasi
putih, lebih baik nasi merah. Mengapa? Karena mengandung gandum utuh
(kenyangnya lebih lama). Atau sejenisnya seperti sereal dan roti.
- Buah atau sayur juga harus menjadi
menu utama sarapan.
- Lauk pauk, jika sulit menyiapkan
makanan seperti tahu, gunakan kacang-kacangan atau susu. Sebagai makanan yang
mengandung sumber protein.
- Setiap setelah makan sebaiknya selalu mengkonsumsi air putih.




