Senin, H / 02 Februari 2026

Di Usia ke 21 Sekolah Alam Indonesia Sambut Guru Millenial

Senin 24 Jun 2019 13:42 WIB

Author :Ida S. Widayanti

Acara Sarasehan dan Rapat Kerja 21 Years of Sekolah Alam Indonesia

Foto: ESQ Media

ESQNews.id, JAKARTA - Menyambut usianya yang ke 21 Sekolah Alam Indonesia (SAI) mengadakan Rapat kerja dan Saresehan bertempat di Menara 165 Andalucia Hall, pada Senin (24/6). Mengambil tema “Marvellous Leap for Great Achievement of Millenial Teacher” menghadirkan pembicara Fatchuri Rosidin dan Nugroho Widyantoro dengan peserta sekitar 200 orang. 


Menurut Khaira Fitmi, direktur HC, Legal, & General Affair, acara saresehan ini merupakan momentum perjuangan untuk tahap dua puluh tahun berikutnya. Sekolah Alam Indonesia  melaksanakan raker ini untuk memperluas wawasan, mempertajam ilmu dan penguatan ruhiyah para guru milenial yang hebat.  Rangkaian "Widen the horizon program"  ini  selama satu pekan. 


Dengan adanya terobosan baru membentuk SAI TEACHER FORUM antar unit SAI  dengan tujuan untuk menjaga mutu: kurikulum, lulusan (siswa) dan gurunya. 


Tema di atas dipilih untuk membuka cakrawala dan memberi pandangan baru bagi guru-guru muda, generasi milenial. Dan dengan VISI SAI menjadi pusat rujukan Sistem Pendidikan secara global.  Dengan jumlah guru milenial yang mencapai 75%, ini  merupakan sebuah energi baru untuk melalukan lompatan-lompatan baru/ inovasi dalam sistem pendidikan yang diperhitungkan di dunia internasional, yang melahirkan generasi pemimpin yang membawa perubahan.


Isu utama  yang diangkat di tahun ke 21 ini adalah kolaborasi dan sinergi antar unit untuk menjaga mutu SAI.


Direktur Utama SAI Yudha Kurniawan, mengatakan bahwa pada acara saresehan ini juga dikuatkan core values SAI yaitu Iman dan Ihsan, Iman  (Integrity, Maturity, Accountability, Nature-Savy) Ihsan (Influential, Humble, Sociopreneeurial, Agile, Novel).


“Karena  guru-guru baru perlu dikuatkan core valuesnya,” tambah Yudha. 


Menurut Yudha bagaimana menumbuhkan kreativitas di bidang pendidikan, sehingga gurunya harus bergerak terus. “Harapan kedepan guru-gurunya terus berkarya dan tidak stuck,” imbuhnya.  


Sekolah Alam Indonesia adalah sekolah alam tertua di Indonesia ini, memiliki  pembeda dan keunikan  dalam metodologi pembelajaran diantaranya  exploration  Anak-anak usia SD kelas 5 sudah langsung eksplorasi langsung ke berbagai tempat di Indonesia, “Sejak tahun 2004 sudah eksplorasi ke berbagai tempat seperti Ujung Kulon, Way Kambas, dan Baluran,” Yudha menambahkan.


Yang unik untuk pendanaannya tidak langsung meminta pada orangtua namun, para siswa melakukan sendiri pencarian dana melalui sponsorship ke berbagai perusahaan dengan menjual ide. Dengan demikian Presenting skill siswa juga terasah.


Lebih lanjut Fitmi yang akrab disapa Ms. Mimi mengatakan bahwa yang menjadi pembeda lain SAI adalah penelitian. Penelitian siswa di kelas 6 SD dan penelitian  di tingkat  SMP 8  yang  sudah mengikuti konferensi secara internasional. Alhamdulillah tahun ini berangkat ke Turki, tahun sebelumnya ke Austria dan Amerika. 


Saat ini Sekolah Alam Indonesia sudah memiliki 8 UNIT: SAI Cipedak, SAI Meruyung, SAI Studio Alam, SAI Palembang, SAI Cibinong,  SAI Pekanbaru, SAI Bengkulu dan SAI Sukabumi. Ini dibawah satu managemen Sekolah Alam Indonesia. 


Secara  prinsip  dengan Sekolah Alam lainnya kami saling menjalin hubungan silaturahim dan kolaborasi.  


SAI melakukan inovasi-inovasi, seperti yang dilakukan saat ini yaitu go global, menerima  Voluntary  service, mengundang relawan/ expert asing, in coming program, untuk datang melakukan aktifitas bersama  di sekolah. Sudah pernah datang dari Finlandia,. Dan dalam bulan July dan Agustus di tahun ini voluntary dari  Rusia, Bulgaria. 


Insyaallah tahun depan guru-guru muda kami yang akan keluar dengan out going program. Yang selalu kami syukuri adalah soliditas/ Kekuatan di Komunitas yang selalu menguatkan dan mendukung penuh para guru.


Menurut Ketua Dewan Sekolah SAI Nugroho Widyantoro, pendirian sejarah Sekolah Alam Indonesia, latar belakangnya sederhana yaitu antitesa pendidikan yang ada di dunia pendidikan yang membosankan, yang bikin stress anak. Konsep sekolah menjadikan sekolah yang menyenangkan, fun learning. Turunannya kurikulum, sistem, metode, dan sarana prasarana.


“Konsep fun learning, ini  akan membuat semua pembelajaran menjadi mudah dan dapat diterima dengan baik. Mereka  senang naik pohon, jalan-jalan kebun di saung. Pelajarannya sama namun metode penyampaiannya yang berbeda,” tambahnya.


Di lingkungan SAI ada istilah bahwa School day is holiday. Karena dunia belajar adalah dunia bermain mereka. Anak-anak liburan panjang tidak suka karena ingin cepat kembali sekolah.


Sekolah dengan tagline ‘School of leading generation’ ini,  bertekad untuk terus berkembang dan berinovasi.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA