ESQNews.id, JAKARTA – Pengguna media sosial tak kenal
jabatan, umur, status sosial dan lain-lain. Karena media sosial atau gadget
sudah memiliki fitur yang sangat lengkap, praktis dan portable untuk dibawa
kemana-mana.
Semua hal tentu memiliki segi negatif maupun positif, begitu
pula dengan media sosial (aplikasi atau fitur-fitur canggih lainnya). Dilansir
dari IDN Times bahwa ada beberapa sarjana yang sudah melakukan penelitian
mengenai media sosial yang berdampak terhadap kesehatan mental.
Para sarjana tersebut ialah Sujarwoto, Gindo Tampubolon dan
Adi Cilik Pierewan. Mereka meneliti bahwa pengguna Facebook di Indonesia
mencapai 54 juta orang sehingga menduduki posisi keempat di dunia. Dan ada 22 juta pengguna media sosial yang bersimbol burung.
Berdasarkan penelitian dalam Jurnal Kesehatan Mental dan
Ketergantungan setelah menganalisis data dan Survei Kehidupan Keluarga
Indonesia. Memberikan simpulan bahwa penggunaan media sosial bisa membahayakan
kesehatan mental orang dewasa.
Misalnya ada rasa kecemburuan disaat orang lain memposting
sesuatu yang luar biasa menurut kita. Sedangkan posisi kita saat itu dalam kondisi emosional yang tidak stabil. Itu bisa saja memicu rasa iri hati.
“Ini adalah pengingat yang kuat bahwa teknologi ini dapat memiliki kelemahan”, ucap Gindo Tampubolon sang peneliti Global Development Institute.
Namun semuanya balik lagi kepada penggunaan yang bijak, pengguna media sosial dalam hal yang wajar. Sebenarnya ini tergantung dari sudut pandang pribadi masing-masing apakah melihat dari segi positifnya atau segi negatifnya. Alangkah baiknya dalam hidup ini selalu melihat dari segi positifnya dalam semua hal.