ESQNews.id, CIKARANG - Sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional di bidang kesehatan, RSUD Cabangbungin tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam pelayanannya.
Didorong oleh arahan strategis pemerintah untuk meningkatkan status menjadi Rumah Sakit Tipe C pada tahun 2026, RSUD Cabangbungin menyelenggarakan sesi Coaching bertajuk “Menatap Masa Depan: Transformasi RSUD Menuju Peningkatan ke Tingkat Tipe C pada 2026."
Sesi Coaching ini menghadirkan Coach Arief R. Saleh, seorang trainer expert dari ESQ 3.0 Coaching.
Kegiatan berlangsung pada Senin, 11 November 2024, bertempat di RSUD Cabangbungin, Cikarang.
Dihadiri oleh 14 peserta utama dari unsur dokter, tenaga kesehatan, dan perwakilan unit kerja, serta turut disaksikan oleh dr. Hj. Erni Herdiani, M.H., selaku Direktur RSUD Cabangbungin.
Mempersiapkan Masa Depan, Menyatukan Persepsi
Transformasi menuju Tipe C bukan hanya soal infrastruktur atau fasilitas medis, melainkan perubahan menyeluruh dari mentalitas kepemimpinan hingga budaya kerja yang visioner.
Coaching ini menjadi momentum menyamakan persepsi seluruh elemen RSUD mengenai seperti apa wujud rumah sakit Tipe C yang ingin dicapai, serta apa saja langkah konkret yang harus dipersiapkan untuk mencapainya.
"Sebelumnya sudah dibagi 3 kelompok, pendapatan, pengeluaran, dan mutu. Akan tetapi, karena mendapatkan informasi terbaru terkait di 2026 RSUD Cabangbungin akan naik ke tipe C.
Jadi pertemuan kali ini akan difokuskan untuk membahas terkait 2026 akan seperti apa, supaya mengetahui hal-hal apa yang akan kita lakukan agar bisa meningkatkan pendapatan, kinerja, mutu," ujar dr. Hj. Erni Herdiani dalam sambutannya.
Ia sampaikan, "Pertemuan kali ini difokuskan membahas tahun 2026. Kita harus tahu dulu gambaran RSUD Tipe C seperti apa yang mau kita bangun. Hari ini kita akan dibantu oleh Coach Arief untuk menggali jawabannya: dari karakter, penampilan, hingga brand yang ingin kita tampilkan."
Gambaran Masa Depan yang Dituangkan dalam Imajinasi Kolektif
Melalui pendekatan coaching, peserta diajak membayangkan dan menggambarkan seperti apa RSUD Cabangbungin di tahun 2026. Bukan sekadar visualisasi, melainkan sebuah proses membangun shared vision yang konkret, menyentuh sisi emosional dan intelektual.
Salah satu materi yang paling membekas adalah “Perasaan Karyawan saat Gambaran 2026 Terwujud”, di mana peserta merasakan semangat kolektif tumbuh untuk menyongsong perubahan.
“Materi ini menyatukan semangat dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama untuk menjadikan transformasi ini nyata,” tutur Coach Arief.
Dari sesi ini juga lahir refleksi mendalam: bahwa RSUD Cabangbungin bukan hanya rumah sakit daerah, tapi juga harapan masyarakat akan layanan kesehatan yang adil, manusiawi, dan berkualitas.
Dari Mimpi Menjadi Aksi Nyata
Peserta dilatih untuk tidak berhenti pada mimpi, tetapi juga menuliskan 3 langkah konkret yang bisa dilakukan masing-masing individu demi mendekatkan diri pada target 2026. Mulai dari peningkatan kompetensi, pelayanan, kepemimpinan, hingga penataan sarana dan branding institusi.
Coach Arief menyampaikan, “Tugas seorang leader adalah bermimpi, membangun mimpi, dan memberi harapan. Legacy bukan tentang apa yang terukir di batu nisan, tapi tentang apa yang ditanamkan di hati dan pikiran orang yang dipimpinnya. Mimpi itu tidak dibatasi oleh apapun, kecuali oleh diri kita sendiri.”
3 Bulan Program Berkelanjutan: BIMASAKTI sebagai Fondasi
Coaching ini juga merupakan kelanjutan dari program Team Coaching BIMASAKTI (Body, Mind & Soul Activated) yang telah berlangsung selama tiga bulan sebelumnya.
Program ini berfokus pada peningkatan mutu kerja dan pendapatan rumah sakit melalui pendekatan terintegrasi yang menyentuh aspek mental, emosional, dan spiritual.
Program ini melibatkan 14 peserta inti dari jajaran BoD dan kepala unit, memperkuat landasan manajerial dan kepemimpinan rumah sakit untuk mengarungi perubahan menuju 2026.
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik
Coaching ini membuktikan bahwa perubahan besar diawali dari satu hal mendasar: visi yang hidup dalam hati setiap insan organisasi.
RSUD Cabangbungin hari ini bukan hanya sedang merancang ulang layanan kesehatan, tetapi sedang menanam pondasi perubahan peradaban kecil yang kelak berdampak luas bagi masyarakat.
“Mimpi adalah peta masa depan. Dan kita tidak dilarang untuk bermimpi besar,” pungkas dr. Hj. Erni Herdiani, M.H.
Tentang ESQ 3.0 Coaching selengkapnya silakan klik di sini





