Oleh: Mushlihin
ESQNews.id, JAKARTA - Saya ditugasi mengajar Bahasa Inggris siswa baru (kelas 7). Mereka enggan bertegur sapa walaupun sekelas bahkan sebangku dan sejenis. Jangankan menyapa ala Inggris, sapaan berbahasa daerah saja ogah. Alasannya belum mengenal, merasa malu, ada yang ingin disapa terlebih dulu, atau memang karena siswa tersebut sangat cuek. Padahal menyapa sangat dianjurkan dalam Islam.
Nabi Muhammad pernah ditanya oleh seseorang, ''Ya Rasulullah, amalan apakah yang terbaik di dalam Islam?" Rasulullah menjawab: "Mengucapkan salam kepada orang (menyapa) yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal.'' (HR Bukhari dan Muslim).
Karenanya saya berkata, "Mari kita membiasakan saling menyapa. Khususnya belajar tentang cara menyapa orang lain dalam bahasa Inggris, atau biasa disebut juga sebagai greetings. Sapaan berdasarkan waktu bertemu (time frame based greeting) ada beberapa macam."
Sapaan tersebut meliputi good “morning” kalau kalian bertemu di pagi hari, “afternoon” kalau di siang hari, dan “evening” kalau di sore hari serta "night" kalau malam hari.
Frasa dan contohnya sebagai berikut: Good morning, Mr. Mushlihin! (Selamat pagi, Pak Mushlihin!); Good afternoon, Ms Maryam! (Selamat siang, Nona Maryam!); Good evening, Lut! (Selamat sore, Lut!); Good night, Ahmad! (Selamat malam, Ahmad!).
Kemudian saya mengajak para siswa untuk saling menyapa teman sebangkunya. Utamanya yang berada di kanan, kiri, depan dan belakang sampai lima kali. Meski sesekali mereka bersorak ketika mendapati menyapa lawan jenis, tapi justru mereka terkesan dan ingat nama teman sekelas.
<more>
Selanjutnya saya mengajak mereka membuka buku Bahasa Inggris Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan halaman 2. Lalu kami bernyanyi bersama-sama.
Let's sing a song!
Good morning to you
Good morning to you
Good morning my dear friend
Good morning to you
Good afternoon to you
Good afternoon to you
Good afternoon my dear friend
Good afternoon to you
Good evening to you
Good evening to you
Good evening my dear friend
Good evening to you
Good night to you
Good night to you
Good night my dear friend
Good night to you
Good bye to you
Good bye to you
Good bye my dear friend
Good bye to you
Berikutnya saya memerintahkan seluruh siswa menyalin di buku tulisnya. Seusai menyalin, siswa mengumpulkan ke meja guru. Saya berusaha mengoreksinya seteliti mungkin.
Sesudah itu saya memanggilnya satu persatu untuk bernyanyi di depan kelas. Saking asyiknya, hingga tak terasa bel pulang berbunyi.





